SHARE

JAKARTA – Perubahan tehnologi yg tidak bisa dibendung serta banyak orang yang memakai tehnologi itu, mempunyai efek positif serta negatif.

Dimuka Sekretaris Pimpinan (Sespim) Polri, Wakil presiden Juiceuf Kalla memohon supaya pihak kepolisian tingkatkan penguatan di bagian siber.

Pasalnya, menurutnya, perubahan tehnologi itu, bukanlah mustahil juga akan membuat tindakan radikal yang berlangsung karna hasrat bukan sekedar karna dampak grup, namun juga pribadi.

Terutama, orang-orang bisa terhubung dengan gampang info yang belum juga pasti ditanggung kebenarannya, bahkan juga bila pihak kepolisian tidak memberi konfirmqasi dengan cepat.

” Tantangan saat ini kecepatan tehnologi yang cuma dapat dilawan oleh kecepatan juga. Demikian anda ketiduran serta tidak menerangkan itu ke rakyat jadi perseteruan berlangsung. Jadi memerlukan tim yang kuatkan tim siber, ” kata Juiceuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Hal-hal lain yang harus juga diwaspadai oleh pihak kepolisian, menurut Wakil presiden, ada oknum yang melebih-lebihkan satu info yang berkembang di orang-orang.

Terlebih, bila hal tersebut tentang persoalan agama serta suku, hingga bisa menyulut satu pergerakan besar sampai berbuntut anarkis.

” Jangan pernah bangsa ini seperti uni soviet atau negara-negara yang berada di Timur Tengah yang terpecahbelah. Kita mesti yakin dengan pengelolaan yang baik serta ketertiban yang baik itu bisa jalan seperti harapan kita, ” tutur JK.

Baca Juga  JK Sebut Perppu Ormas Terbit Disesuaikan dengan Kondisi Nasional