SHARE

SEMARANG — Beberapa puluh pekerja Koran Sindo Biro Jawa Tengah yang diputus jalinan kerjanya sekian hari mendekati Lebaran 2017 menuntut pembayaran pesangon sesuai sama ketentuan perundang-undangan. Sejumlah 28 karyawan yang terdiri atas wartawan dan awak non-redaksi itu pada Selasa (11/7), mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Mereka menyampaikan aksi PHK sepihak yang dikerjakan PT Media Nusantara Indonesia (MNI) jadi induk perusahaan Koran Sindo.

Juru bicara karyawan korban PHK Koran Sindo, Agus Joko menyebutkan, beberapa puluh karyawan ini terima pengumuman pemecatan pada 5 Juni 2017. ” Sesudah pengumuman itu segera dikerjakan pertemuan bipartit dengan perusahaan untuk memastikan besaran pesangon, ” tuturnya.

Menurutnya, tawaran pesangon yang juga akan didapatkan dari pihak perusahaan itu besarnya pada dua sampai empat kali upah. Walau sebenarnya, lanjut dia, besaran pesangon ditentutan berdasar pada Undang-undang Nomor 13 Th. 2003 mengenai Ketenagakerjaan.

Diluar itu, kata dia, perusahaan juga malas memberi dana pensiun yang dipotong dari upah karyawan tiap-tiap bulannya. ” Perusahaan mengatakan pesangon empat kali upah itu jadi tali asih, ” tuturnya. Atas basic itu, lanjut dia, beberapa pegawai yang telah di-PHK ini mengadu ke Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang supaya dapat dibantu untuk pemenuhan hak-haknya.

Kepala Dinas Tenaga Kota Semarang Iwan Budi Setiawan yang pernah terima kehadiran beberapa pegawai Koran Sindo itu menyebutkan siap memfasilitasi. ” Silahkan, apa pun yang juga akan di sampaikan juga akan kami terima serta diusahakan dibantu, ” tuturnya.

Terpisah, Ketua Federasi Pekerja Lintas Media Jawa Tengah Abdul Mughis menyebutkan siap mensupport perjuangan beberapa karyawan Koran Sindo dalam menuntut hak-haknya. Menurutnya, keadaan yang berlangsung itu mungkin dihadapi oleh perusahaan media beda.

Oleh karenanya, ia menuntut perusahaan media untuk taat pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. ” Bila memanglah juga akan lakukan PHK silahkan, namun tetaplah mesti sesuai sama ketentuan, ” tuturnya.