SHARE

JAKARTA – Anggota Panitia Spesial (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mukhamad Misbakhun mengatakan ada ‘mark up’ pembangunan gedung baru KPK. Gedung itu di kenal dengan nama Merah Putih.

” Pembangunan gedung KPK, sebesar Rp. 665, 3 juta namun dikembalikan. Namun kan bermakna ada ‘mark up’. Waktu bayar gedung ada ‘mark up’, ” kata Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Misbakhun menyebutkan, info itu adalah temuan audit Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) th. 2017.

Misbakhun sempat juga menyinggung ada 17 penyidik Polri yang diambil KPK sesuai sama permintaannya pada Oktober 2012. Sesuai sama Ketentuan Pemerintah Nomor 63 Th. 2005 mengenai System Manajemen Sumber Daya Manusia KPK, jadi penyidik Korps Bhayangkara itu mesti diberhentikan dengan hormat sebelumnya bertugas di komisi antirasuah.

Namun, surat pemberhentian dengan hormat dengan resmi baru diterbitkan Kapolri pada 2014 atau dua th. sesudah dilantik jadi penyidik KPK.

” Kalau berlangsung keinginan tanggal mundur dan sebagainya. Kan ada problem di KPK, ” kata Misbakhun.

Misbhakun menjelaskan masalah itu adalah temuan Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2012. Hasil auditnya baru dilaunching 2017 lewat laporan Nomor 17C/HP/XIV/05/2017.

” Itu, kan bukanlah problem Polri, namun KPK. Pengangkatan kan masalah KPK, ” kata Politikus Golkar itu.

Baca Juga  Kerja Pansus Positif, Bukan untuk Lemahkan KPK Ungkap Jaksa Agung