SHARE

Kota Bandung – Dewan Pendidikan Kota Cirebon buka diri untuk siapa juga yang menginginkan mengemukakan masukan atau yang dirasakan berkaitan system Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ketua Dewan Pendidikan Kota Cirebon, Hediyana Yusuf menyebutkan, pihaknya sampai saat ini belum juga terima masukan atau yang dirasakan berkaitan PPDB itu. Tetapi dia mempersilakan orang-orang untuk mengemukakannya bila ada masukan atau yang dirasakan.

” Silahkan berikan pada kami. Karna pekerjaan kami yaitu untuk tingkatkan kualitas service sekolah, ” tutur Hediyana waktu didapati di kantornya Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (11/7/2017).

Nanti bila ada service berkaitan PPDB pada satu sekolah dinilai tidak baik, jadi pihaknya mempunyai kewenangan untuk menyapa bahkan juga memberi aksi. ” Namun hingga saat ini belumlah ada (laporan), ” tuturnya.

Masalah zonasi, kata Hediyana, pihaknya menilainya sejak dari awal telah ada kekeliruan. Terlebih Kemendikbud yang dinilainya sudah salah langkah. ” Mendikbud ini keblinger. Harusnya buat ketentuan dahulu. Janganlah jalan dahulu baru buat ketentuan, ” ucapnya.

Bahkan juga berkaitan hal tersebut pihaknya telah mempersiapkan surat keberatan yang diperuntukkan untuk kementerian. Pasalnya sebagai kebijakan daerah dipandang bertentangan dengan kebijakan menteri. Tetapi hal tersebut urung karena kementerian telah membuat surat edaran baru.

Diluar itu masalah sosialisasi, Hediyana juga menilainya bila hal itu mepet serta termasuk telat. Sosialisasi yang diawali mulai sejak Mei lantas itu dipandang masih tetap kurang hingga banyak orangtua serta calon peserta kebingungan.

” Sosialisasi pertama itu Bln. Mei. Lantas Juni persiapan, serta itu pirantinya belum juga siap. Saya rasa ini lumrah karna baru pertama kalinya. Namun bila telah satu atau 2 x jalan masih tetap begini, itu mesti dievaluasi, ” tutup Hediyana.