SHARE

Jakarta – Joice Warouw, istri Brigjen (Purn) Johan Sumampouw, mengakui menampar petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado karna tergesa-gesa menguber penerbangan. Kemenhub menyatakan argumen apa pun tidak dapat dipakai untuk membetulkan pelanggaran pada ketentuan.

” Itu bukanlah argumen yang dapat jadikan pengecualian. Bila memanglah dia terlambat naik pesawat, ya itu kekeliruan dia sendiri, ” tutur Kepala Biro Komunikasi serta Info Umum (Kapuskom) Kementerian Perhubungan JA Barata di kompleks Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017).

Barata mengatakan tiap-tiap bandara beroperasi sesuai sama ketentuan yang berlaku. Karenanya, semuanya penumpang diinginkan dapat tahu serta ikuti ketentuan yang ada.

” Bila memanglah perjalanan itu perlu, ya datangnya janganlah telat. Bandara itu miliki ketentuan. Petugas di Bandara itu juga kemampuannya dipantau. Jadi mereka memanglah mesti cermat, ” tegas Barata.

” Kita tidak dapat pakai karna tergesa-gesa itu jadi argumen. Pikirkan bila ada teroris gunakan argumen yang sama untuk melalui kontrol. Dapat kacau, ” sambungnya.

Barata menyatakan ketentuan yang berada di bandara sifatnya mutlak. Tak ada argumen apa pun yang dapat membetulkan pelanggaran pada ketentuan yang sudah diputuskan.

” Karna memanglah ada ketetapan, namanya masuk daerah keamanan terbatas. Semuanya barang bawaan, termasuk juga logam yang menempel pada diri seorang mesti di check dengan X-ray, ” katanya.

Walau tampak remeh, ketentuan itu begitu perlu. Terlebih sekarang ini keamanan adalah segi yang paling penting, terkhusus di bandara.

” Pikirkan saat ini arloji mungkin saja korek api, ikat pinggang dapat jadikan pisau. Itu semuanya bila tidak kita check dapat menyebabkan masalah keamanan serta keselamatan, iya kan? Jadi taatilah ketentuan itu, karenanya untuk kebaikan kita dengan, ” katanya.

Baca Juga  Terkait Mudik 2017, Ini Daftar Penerima Penghargaan Kemenhub

Barata mengharapkan momen sama tidak berlangsung sekali lagi. Dia mengharapkan orang-orang senantiasa mematuhi ketentuan yang berlaku di bandara.

” Saya tidak paham persis, namun yang saya dengar keinginan maaf itu telah di sampaikan serta petugas bandara itu mengakui juga akan terima bila keinginan maaf itu dikerjakan dengan tulus. Itu yang saya ketahui, bila memanglah dapat berdamai, saya sangka baik. Kita hanya mengharapkan agar peristiwa begini tidak berlangsung sekali lagi, ” tutupnya.