SHARE

JAKARTA — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan titel perkara berkaitan penetapan tersangka baru dalam penyidikan tindak pidana korupsi project pengadaan KTP-elektronik (KTP-el) telah dikerjakan. Hasil titel perkara itu juga selekasnya diumumkan ke umum. ” Titel perkara telah dikerjakan, telah ditetapkan, mungkin saja selekasnya juga akan diumumkan, ” kata Agus di gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/7).

Tetapi, Agus belum juga dapat memberitahu pada mass media dari kluster mana tersangka baru masalah project KTP-el itu. ” Kelak lah pada saatnya juga akan diumumkan, ya kelak tunggulah saja, ” kata Agus.

Terlebih dulu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan kalau KPK sekarang ini konsentrasi untuk memahami beberapa orang yang datang dari latar belakang politik berkaitan KTP-el. ” Pendalaman di kluster politik jadi satu diantara sisi yang perlu dalam masalah KTP-E ini. Dalam sistem persidangan juga telah mulai mengemuka ada rangkaian momen yang disangka melibatkan beberapa aktor dari bidang politik, birokrasi serta swasta, ” tuturnya.

Kurun waktu satu pekan mulai sejak Senin (3/7) hingga Senin (10/7) KPK sudah mengecek berapakah anggota serta bekas anggota DPR jadi saksi untuk tersangka Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong dalam penyidikan masalah itu. Mengenai, beberapa nama yang telah penuhi panggilan KPK untuk di check, yaitu Menteri Hukum serta Ham Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, bekas Ketua Grup Fraksi (Kapoksi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi II DPR RI Abdul Malik Haramain, serta anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI-P Arif Wibowo.

Setelah itu bekas Ketua DPR RI 2009-2014 Marzuki Alie, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng, Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN Teguh Juwarno, bekas Wakil Ketua Komisi II DPR RI Taufiq Effendi, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI Jazuli Juwaini, anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Winaru, serta bekas anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah.

Baca Juga  Aliran Dana e-KTP Menuju Kemendagri

Beberapa nama itu juga dimaksud dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK yang terima aliran dana project pengadaan KTP-el, walau semua sudah menyanggah terima uang. Terdakwa dalam masalah ini yaitu bekas direktur jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman serta direktur Pengelolaan Info Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto.

Irman telah dituntut tujuh th. penjara, sedang Sugiharto dituntut lima th. penjara. KPK juga sudah mengambil keputusan entrepreneur Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong, bekas Anggota Komisi II DPR RI 2009-2014 Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani, serta anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golangan Karya Markus Nari jadi tersangka dalam perkara itu.