SHARE
Komisi Pemberantasan Korupsi serasa berpacu dengan waktu terkait pengembangan dan bahkan tuntutan penyelesaian dari kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri. Proses hukum kasus ini sudah berjalan, namun hingga sidang kedua KPK belum menetapkan tersangka baru.
Ihwal KPK seperti sedang berpacu dengan waktu itu dikemukakan Laode M.Syarif, wakil ketua KPK.
laode
Kata Laode, KPK sudah pasti akan menetapkan tersangka berikutnya di kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri ini. Namun, hal itu belum bisa diungkapkan sekarang.
“Orang-orang yang disebut namanya yang di dalam pasal 55 diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu yang sesuai kecepatan yang bisa kami lakukan,” ujar Laode M Syarif di Gedung KPK, kemarin.

Terkait dengan kemungkinan ditetapkannya mantan menteri dalam negeri Gamawan Fauzi dan pengusaha Andi Narogong sebagai tersangka, Laode mengatakan  masih menunggu perkembangan sidang. Dia menyebut ada kloter berikutnya dalam penetapan tersangka berdasarkan bukti siapa yang paling terpenuhi.

mawan

“Kami melakukan itu orang yang paling terlibat dulu, nanti akan ada kayak haji lah kloter pertama, kloter kedua, dan kloter ketiga, tapi kan nggak boleh kita apa namanya, ya harus berdasarkan mana yang paling lengkap buktinya. Mana yang paling banyak keterangannya, banyak mengetahuinya,” jelas Laode.

Gamawan Fauzi sudah dihadirkan papa persidangan kedua, Kamis (16/3), di PN Tipikor Jakarta. Mantan penerima Bung Hatta Award sebagai tokoh anti-korupsi itu bahkan bersumpah dan bersedia dikutuk oleh masyarakat Indonesia jika dia terbukti menerima aliran dana e-KTP Kemendagri tersebut.

Atas sumpah yang diucapkannya, masyarakat mencibirnya.
Baca Juga  Ini Alasan Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019