SHARE

Tidak keliru jika selama ini KPK kerap menerima tudingan kurang profesional. Salah satunya adalah, seringnya terjadi pembocoran dokumen-dokumen penting dan rahasia ke publik, tak terkecuali Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kasus terakhir adalah bocornya BAP dari Markus Nari, politisi Golkar. Entah apa motifnya, justru seseorang yang diduga dari internal KPK yang memberikan BAP tersebut kepada yang bersangkutan.

Karena sudah sering terjadi, pembocoran BAP yang bisa saja diindikasikan tidak bersifat gratis itu tentunya sangat merisaukan. Pimpinan KPK tidak boleh tinggal diam, seperti dikesankan selama ini. Pimpinan KPK dituntut untuk terus melakukan konsolidasi internal.

markusnari

Terkait dengan Markus Nari sendiri, politisi Golkar ini diduga merintangi penyidikan KPK dalam kasus e-KTP. Markus diduga mempengaruhi politisi Partai Hanura Miriam S Haryani agar mencabut BAP-nya. Markus Nari membantah semua tudingan yang disangkakan kepadanya.

Apa yang dialami Markus Nari tentu menumbuhkan keprihatinan dari rekan-rekannya di partai. Itu juga yang dirasakan oleh Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar. Apa kata Setya Novanto terkait penerapan status tersangka untuk Markus Nari ini?

setnovakbar
Setya Novanto, di acara buka puasa Akbar Tandjung

“Saya prihatin kepada Markus Nari yang jadi tersangka. Saya serahkan seluruhnya kepada pihak KPK. Mari kita junjung tinggi supremasi hukum. Saya harap dia bisa mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” demikian antara lain disampaikan Setya Novanto menjawab pertanyaan media saat berbuka puasa di kediaman Akbar Tandjung, Sabtu (3/6) malam kemarin.

Menurut Setya Novanto, sampai saat ini selaku Ketum Golkar ia belum menerima laporan dari tim hukum partainya. Karena itu, ia belum bisa mengambil sikap apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak.

“Tapi sebagai kader Golkar bantuan hukum pasti kita berikan kepada kader kita yang ada masalah,” jelas Setya Novanto. Ia juga menyatakan, belum bisa memastikan proses penggantian Markus sebagai anggota DPR karena status tersangkanya tersebut. “Kita akan tunggu sampai proses selanjutnya,” terangnya.