SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi, makin ngawur dalam menjalankan tugasnya untuk membongkar kasu-kasu korupsi di Tanah Air. Komisi antirasuah itu cenderung hanya menyentuh beberapa kasus yang kecil dan dilakukan oleh lawa-lawan politik sang penguasa.

Sebaliknya KPK tak pernah berani menyentuh korupsi-korupsi besar yang menyentuh orang-orang besar di Indonesia. Misalnya kasus Century, kasus Hambalang dan kasus BLBI. KPK jika menghadapi kasu-kasus tersebut memilih untuk tidak tahu atau pura-pura tidak tahu.

Untuk kasus BLBI, jelas, KPK akan berhadapan dengan mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri. Dewi di PDIP ini tak boleh disentuh apa pun risikonya. Jika disentuh, maka segera saja petugas-petugas di KPK disingkirkan kursi empuknya.

Selanjutnya di era Abraham Samad, KPK malah sama sekali tak mau sentuh kasus Bank Century atau kasus Hambalang. KPK seolah bego ketika berhadapan dengan dua kasus yang merugikan negara hingga belasan triliun rupiah itu.

KPK juga menunjukkan kepongahan dengan menyoal kasus-kasus kecil dan seolah-olah dia yang paling benar dan paling berkuasa mengusut kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. KPK baru saat ini berani menyentuh kasus e-KTP yang merugikan negara dalam skala besar.

Baca Juga  Kejar Hak Angket KPK Dijelang Reses