SHARE

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menyesalkan terdakwa petinggi Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno yg tidak membuka aktor paling utama berkaitan masalah suap pajak PT EK Sempurna Export Indonesia.

Handang mengakui tidaklah aktor paling utama waktu membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, tempo hari. Tetapi, Handang tidak mengatakan siapa.

” Ya pasti sesungguhnya kita mengharapkan saat ada terdakwa katakan dia bukanlah aktor paling utama dia dapat buka peranan dari pihak-pihak beda. Terlebih saat dia kemukakan jadi JC (juicetice collaborator) umpamanya. Pasti itu untungkan untuk terdakwa, ” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Berkaitan pernyataan Handang, Febri Diansyah menyebutkan pihaknya juga akan pelajari kembali persidangan terlebih dulu.

Jaksa Penuntut Umum pada KPK juga akan lihat bukti-bukti persidangan serta keterlibatan pihak-pihak beda.

” Bila ada terdakwa menyebutkan sekian itu tambah baik sekalian dia mengemukakan apakah di sidang atau dengan tertutup ke penyidik dalam kontrol itu semakin lebih baik, ” tukas Febri Diansyah.

Handang Soekarno terlebih dulu dituntut pidana penjara 15 th. serta denda Rp 750 juta pada sidang terlebih dulu.

Handang dinilai dapat dibuktikan lakukan perbuatan korupsi serta tidak mematuhi Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 th. 1999 seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 th. 2001 mengenai tindak pidana pemberantasan korupsi.

Tuntutan itu menurut JPU Jaksa Takdir Suhan karna perbuatan Handang menyebabkan dampak yang mengagumkan pada orang-orang terutama harus pajak.

” Argumen JPU KPK menuntut hingga 15 th. itu, yaitu kembalikan keyakinan umum, terutama harus pajak. Karna kita memahami Harus Pajak yaitu satu diantara sumber keuangan untuk pembangunan, ” kata Takdir selesai persidangan, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Baca Juga  Agus Rahardjo Mulai Berani Tabrak PDIP

Handang terima janji sebesar 148. 500 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1. 998. 810. 000 Country Director PT EK Sempurna Export Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Uang itu adalah beberapa dari jumah yang dijanjian Rp 6 miliar supaya Handang menolong percepat penyelesaian persoalan pajak yang dihadapi PT EK Sempurna Export Indonesia.

Persoalan pajak itu diantaranya mengajukan pengembalian keunggulan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Bertambahnya Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) serta Kontrol Bukti Permulaan pada Kantor Service Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata serta Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.

Handang yaitu Kasubdit Kontrol Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak serta Penyidik PNS pada Ditjen Pajak.