SHARE
Kantor KPK, mulai bertindak sembarangan.

Ada banyak anggota DPR yang disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, namun mengapa hanya Setya Novanto yang dicegah berpergian ke luar negeri?

Itulah pertanyaan besar dari masyarakat yang disampaikan kepada Nasionalisme.net Selasa (11/4) pagi ini.

Saat membacakan dakwaanya terhadap Irman dan Sugiharto, dua mantan pejabat Kemendagri, tim jaksa penuntut umum KPK menyebutkan adanya puluhan wakil rakyat di DPR yang menerima aliran dana dari proyek e-KTP Kemendagri.

mansu

Nama-nama politisi beken seperti Teguh Juwarno, Chaeruman Harahap, Mohammad Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Markus Nari, Taufik Effendi, Ganjar Pranowo, Jafar Habsah, Miryam S Haryani, bahkan mantan Ketua DPR Ade Komaruddin, sudah dihadirkan sebagai saksi pada kasus yang disebut-sebut merugikan keuangan negara hingga Rp 2,5 triliun dari anggaran tahun 2011-2012 itu.

Kesemua politisi yang saat proyek e-KTP digulirkan pada 2010 sama-sama duduk di Komisi II itu membantah menerima dana e-KTP. Setya Novanto, yang sejak awal menyampaikan dukungan penuhnya kepada KPK untuk menuntaskan kasus ini,
namanya ikut terseret-seret.

nanaskujuk

KPK tampaknya memberi pertimbangan khusus kepada Setya Novanto dengan menyebutkannya sebagai saksi yang istimewa.

Walau demikian, pertimbangan istimewa ini bisa diperdebatkan, karena sangat subyektif.

Apa bedanya kesaksian Setya Novanto dengan kesaksian dari anggota DPR lainnya?

Dari bukti yang terungkap di persidangan Setya Novanto sejak awal tidak terlibat dalam proses penggiringan anggaran untuk proyek tersebut.

 

Baca Juga  Anas Kembali Bantai Nazaruddin