SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa, Selasa (11/7/2017).

Agun juga akan di check jadi saksi masalah sangkaan korupsi project e-KTP.

” Beberapa saksi di check untuk tersangka AA (Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong), ” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah waktu di konfirmasi.

Pemanggilan ini adalah yang ke-2 kalinya pada Agun. Ketua Panitia Spesial (Pansus) Hak Angket itu sedianya melakukan kontrol pada Kamis (6/7/2017).

Tetapi, waktu itu Agun lebih pilih ikuti agenda Pansus Hak Angket yang bertandang ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Disana Agun menjumpai napi koruptor untuk memohon input mengenai sistem hukum KPK.

Terkecuali Agun, KPK juga menjadwalkan kontrol pada anggota DPR Tamsil Linrung. Keduanya juga akan di check untuk tersangka Andi Narogong.

Menurut Febri, penyidik KPK selalu memahami serta mengklarifikasi pengetahuan beberapa saksi berkaitan sistem pengurusan biaya e-KTP.

Diluar itu, penyidik juga akan menelusuri tanda-tanda aliran dana pada beberapa pihak, termasuk juga yang di terima anggota DPR.

Dalam masalah e-KTP, Agun dimaksud terima fee dari project pengadaan e-KTP sebesar satu juta dollar AS. Waktu itu, Agun juga adalah anggota Tubuh Biaya DPR.

Dalam dakwaan pada dua bekas petinggi Kemendagri Irman serta Sugiharto, pemberian uang itu ditujukan supaya Komisi II serta Banggar DPR RI waktu itu menyepakati biaya untuk project pengadaan serta aplikasi e-KTP.

Uang itu diberi entrepreneur bernama Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong di ruangan kerja anggota Komisi II DPR RI, Mustoko Weni, pada Oktober 2010. Agun kembali terima uang dari project e-KTP itu hingga keseluruhan uang yang diperoleh Agung sejumlah 1, 047 juta dollar AS.