SHARE

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti serta istrinya Lily Martiani Maddari, tersangka masalah suap project pembangunan jalan di Bengkulu di check Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/7/2017).

Terkecuali keduanya, KPK juga ikut mengecek Direktur PT Statika Partner Fasilitas (PT SMS) Jhoni Wijaya, yang disebut tersangka pemberi suap pada Gubernur Bengkulu.

KPK juga akan lakukan kontrol silang pada beberapa tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, Ridwan juga akan di check jadi saksi untuk Rico Dian Sari, Bendahara DPD Golkar Bengkulu yang tersangka masalah ini.

Rico terlebih dulu disangka jadi orang yang mengantar uang suap dari Jhoni untuk Ridwan.

” (Ridwan Mukti) di check jadi saksi untuk tersangka RDS, ” kata Febri, waktu di konfirmasi, Senin (10/7/2017).

Disamping itu, Lily istri Ridwan juga akan di check jadi saksi untuk Jhoni. Lalu giliran Jhoni yang juga akan di check jadi saksi untuk Lily.

KPK terlebih dulu mengambil keputusan Ridwan, Lily, Rico, serta Jhoni jadi tersangka dalam masalah sangkaan suap project pembangunan dua jalan di Bengkulu.

Dalam masalah ini, Ridwan disangka terima suap Rp 1 miliar dari keseluruhan prinsip fee sebesar Rp 4, 7 miliar yang dijanjikan.

Fee itu datang dari PT SMS yang memenangi project dua pembangunan jalan di Bengkulu.