SHARE

Kami sudah sering mengungkap mengenai bantahan Menteri Dalam Negeri 2009-2014 Gamawan Fauzi terkait keterlibatannya di kasus e-KTP. Bukan sekalin dua kami juga memaparkan  sumpah pocong ala putra Solok itu jika dia menerima satu sen pun duit dari proyek e-KTP tersebut. “Kalau saya memang terbukti menerima dana dari e-KTP saya ikhkas dikutuk oleh masyarakat,” begitu dikemukakan Gamawan Fauzi saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, 30 Maret lalu.

Berbohong tampaknya sudah menjad kebiasaan Gamawan Fauzi, sehingga melontarkan kata-kata yang tidak mungkin dipercayai orang pun tampaknya tidak menjadi masalah baginya. Apalagi harus membebani pikirannya.

Termasuk jika dia terus menerus mengatakan tidak pernah bertemu dengan Paulus Tanos, pernyataan yang oleh banyak orang justru mengundang cibiran. Pasalnya, bagi mereka yang terlibat sejak awal di proyek e-KTP, sudah menjadi rahasia umum kalau Gamawan Fauzi yang meminta Paulus Tanos membuat PT Sandipala Arthapura, yang kemudian direkomendasikannya masuk ke konsorsium PNRI.

oji

Tim Jaksa Penuntut Umum KPK tampaknya juga tak terlalu mempermasalahkan bantahan demi bantahan dari Gamawan Fauzi. Yang jelas, mereka sudah punya bukti pertemuan antara Paulus Tanos dengan Gamawan Fauzi di Singapura.

“Konstruksinya seperti itu, memang ada pertemuan,” kata jaksa Irene, seusai sidang Kamis (18/5) yang antara lain memperdengarkan kesaksian Paulus Tanos melalui teleconfrence dari Singapura.

Bukti pertemuan Paulus Tanos dan Gamawan Fauzi sudah didapat, tinggal memastikan apakah pertemuan tersebut membahas masalah e-KTP.

“Kalau pak Gamawan Fauzi bilang tidak ada pertemuan, ya biar saja, itu kan keterangan dia,” kata jaksa Irene Putrie.

Bukti pertemuan tersebut akan disampaikan pada persidangan di mana kemungkinan KPK akan menghadirkan kembali Gamawan Fauzi.

Baca Juga  Menunggu Gamawan Fauzi Ditelan Bumi

Dalam pemeriksan pertama, Gamawan Fauzi mengaku pernah ke Singapura setelah kunjungan kerja di Batam. Ia didampingi oleh dua anak buahnya yang belakangan menjadi terdakwa kasus e-KTP ini, yakni Irman dan Sugiaharto. Gamawan Fauzi mengatakan, perjalanan tersebut hanya untuk wisata dan menggunakan uang sendiri.

“Saya tidak bertemu Paulus Tanos.” papar Gamawan Fauzi. “Saya hanya semalam di Singapura. Dan semalaman itu saya tinggal di kamar.”

Abda percaya?