SHARE

Dikarenakan menampik ketentuan keputusan DPP PPP Djan Faridz yang mensupport pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI, Abraham ” Lulung ” Lunggana dipecat dari anggota partai berlambang Kabah itu pada pertengahan Maret 2017 kemarin.

Sesudah pemecatan itu, Lulung yang waktu itu menjabat Ketua DPW PPP DKI Jakarta mengakui tidak sempat berjumpa muka dengan Djan Faridz. Tetapi tanpa ada dinyana, ke-2 politisi yang bersitegang ini berjumpa dalam acara Istigasah Kubro Komunitas Ulama Kabah (FUK) serta Bersilahturahmi Ulama-Umara di Gedung Korpri, Jalan Gatot Subroto, No 2A Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (26/7/2017) sore.

” Ini bahkan juga pertemuan pertama mulai sejak September th. tempo hari, ” kata Lulung waktu memberi sambutan.

Berdasar pada rundown acara panitia, Djan Faridz sedianya buka acara itu pada jam 13. 00 WIB. Sedang Lulung didaulat untuk berpidato pada jam 15. 00 WIB. Tetapi karena acara molor, Lulung yang datang ke tempat acara jam 15. 30 WIB, pada akhirnya berpapasan dengan Djan Faridz yang akan meninggalkann tempat acara.

Lulung tampak yang pertama kalinya mendatangi Djan Faridz serta segera menjabat erat tangan bekas pimpinannya itu. Keduanya lalu sama-sama berpelukan serta cium pipi kanan-cium pipi kiri (cipika-cipiki).

Lihat panorama langka ini, beberapa pengurus serta kader PPP yang menemani mereka bersorak sorai serta bertepuk tangan.

Lulung dalam sambutannya kembali menyinggung masalah pemecatan dianya dari PPP pada Maret kemarin. Kalau keputusannya mensupport Anies-Sandi pada Pilkada DKI lantas, dianya tidak terasa sudah tidak mematuhi AD ART partai.

” Namun jalan sesuai sama prinsip perjuangan partai (PPP), amar maruf nahi munkar, ” katanya.

Mulai sejak dipecat jadi pengurus PPP, Lulung mengakui banyak tawaran dari ketua umum partai supaya dianya indah partai politik. Bahkan juga ia juga akan diberi jabatan yang strategis didalam partai itu. Akan tetapi, bergeming dengan tawaran itu serta pilih tetaplah setia di PPP.

” Saya telah dipecat, maka dari itu saya tidak berani menggunakan jas PPP. Walau demikian saya masih tetap bangga jadi kader PPP, ” kata Lulung.