SHARE

Maskapai penerbangan Spanyol, Iberia, dijatuhi hukuman denda sesudah memaksa perempuan yang melamar pekerjaan lakukan tes kehamilan.

Iberia, yang membuat aliansi bernilai 5 miliar poundsterling dengan British Airways pada 2010 ini, jadi bulan-bulanan di sosial media karena langkah ini.

Manajemen Iberia menjaga ketentuan ini dengan mengatakan langkah itu di ambil untuk kebaikan sang bayi serta ibunya.

Manajemen Iberia berdalih, tes kehamilan itu bukanlah untuk mencoret beberapa perempuan hamil yang melamar pekerjaan.

Langkah itu di ambil untuk meyakinkan tempat sang pelamar nanti supaya tidak membahayakan bayi didalam kandungannya.

Tetapi, pemerintah Mallorca, tempat tes kehamilan ini tersingkap, menampik alasan manajemen Iberia.

Akhirnya, pemerintah mengharuskan Iberia membayar denda 25. 000 euro atau sekitaran Rp 381 juta untuk praktek yang dipandang jadi satu diskriminasi gender.

Menteri Industri, Perdagangan, serta Tenaga Kerja pemeirntah Kepulauan Ballearic Iago Negueruela menyebutkan, Iberia bersalah karna tidak semestinya memberi tes berlainan untuk pelamar pria atau wanita.

” Iberia tidak bertanya masalah juga akan jadi bapak pada beberapa pelamar pria. Semuanya perlakuan seperti ini mesti di hilangkan dari pasar tenaga kerja, ” kata Negueruela pada radio Cadena Sur.

Sesudah didenda, manajemen Iberia pada akhirnya menyebutkan selekasnya singkirkan tes kehamilan itu serta juga akan kembalikan problem kehamilan pada beberapa calon karyawannya.

Pemakaian tes kehamilan ini diketemukan satu tahun lantas orang petugas pemerintah Kepulauan Ballearic.

Waktu itu, manajemen Iberia berkilah kalau tes kehamilan dikerjakan dalam seleksi calon karyawan di semua Spanyol.