SHARE

NEW DELHI — Pemerintah India memperhitungkan untuk jual maskapai penerbangan nasional Air India karna dibebani hutang yang besar. Deretan Kabinet Perdana Menteri Narendra Modi sudah memberi lampu hijau untuk penjualan maskapai penerbangan itu mulai sejak bln. kemarin.

Ditulis Reuters, Senin (10/7), Air India dibangun pada 1930an serta di kenal jadi maskot Maharajah serta adalah maskapai paling besar di India. Maskapai penerbangan ini dibebani hutang sebesar 8, 5 miliar dolar AS, serta susunan cost yang membengkak. Pemerintah India sudah menyuntikkan dana sebesar 3, 6 miliar dolar AS mulai sejak 2012 tetapi tidak dapat menyelamatkan maskapai penerbangan ini.

Market share Air India turun hingga 13 % karna kemunculan maskapai penerbangan baru yang lebih kompetitif. Air India mempunyai 40 ribu karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja sendiri. Dari jumlah itu, sejumlah 2. 500 pekerja menentang ide pemerintah untuk jual maskapai penerbangan ini.

Air India mempunyai enam anak perusahaan, tiga salah satunya alami kerugian dengan aset sejumlah 4, 6 miliar dolar AS. Air India juga mempunyai kekayaan real estate sejumlah 1, 24 miliar dolar AS termasuk juga dua hotel, di mana kepemilikannya dibagi dengan beberapa entitas pemerintah. Hingga berita ini di turunkan, pihak Air India masih tetap malas untuk memberi komentar.

Komite dari lima menteri federal senior yang di pimpin oleh Menteri Keuangan India Arun Jaitley juga akan lakukan pertemuan pada bln. ini untuk membahas gagasan penjualan itu. Beberapa analis memperkirakan, penjualan Air India tetaplah juga akan dikerjakan pada konsumen mungkin dari dalam negerinya yaitu Tata Sons serta IndiGo.

Dalam sebagian minggu paling akhir, Kementerian Penerbangan Sipil India serta beberapa petinggi pemerintah berjumpa dengan Ratan Tata yang disebut yang memiliki Tata Sons. Menurut beberapa analis, Tata juga akan jadi konsumen yang menarik untuk pemerintah. Sebab, perusahaan ini membangun serta menjalankan Air India sebelumnya dinasionalisasikan pada 1953. Tata juga sudah mempunyai dua perusahaan petungan penerbangan yang lain di India.

Sesaat IndiGo menyebutkan tertarik dengan operasi internasional serta Air India Express yaitu satu maskapai dengan cost rendah. Analis penerbangan di ICICI Securities Anshuman Deb menyebutkan, penjualan Air India juga akan memberi nilai yang positif untuk pemerintah.