SHARE

TAK ada deklarasi Prabowo Subianto & Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2019, yang disampaikan dari pertemuan antara dua “dedengkot” Partai Demokrat dan Gerindra, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Padahal mungkin saja subtansi terpenting dari pertemuan yang digelar di Puri Cikeas, Kamis (27/7) malam, menyangkut rencana pembentukan koalisi Demokrat & Gerindra untuk menghadapi Pilpres 2019. Utamanya adalah dipadukannya Prabowo Subianto dengan AHY sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden 2019-2024.

Mungkin masih panjang jalan yang harus ditempuh Demokrat dan Gerindra hingga duet PS & AHY tersebut resmi dideklarasikan sebagai penantang resmi Jokowi (dan siapapun pasangannya) di Pilpres 2019 nanti. SBY dan PS tentunya memperhitungkan banyak hal, terutama menggiring parpol lainnya untuk masuk dalam koalisi mereka.

PAN dan PKS yang menjadi target. Kedua parpol tersebut bahkan sudah disebut oleh SBY dan PS dalam pertemuan tadi malam, dalam konteks sebagai sesama parpol yang tidak menerima Presidential Threshold untuk pemilu mendatang. Wakil rakyat dari Demokrat, Gerindra, PAN dan PKS sama-sama melakukan walk-out dalam rapat paripurna DPR untuk pengesahan RUU Pemilu menjadi UU Pemilu, pekan lalu.

Yang pasti, dari pertemuan tadi malam, SBY dan PS semakin akrab. Pertemuan keduanya pun sangat cair. Tak ada nuansa ketegangan. Yang ada justru memang tingginya atmosfir kemarahan mereka atas apa yang mereka nilai sebagai mencederai demokrasi dan penggunaan kekuasaan yang melampaui batas (abuse of power). 

Pastilah setelah pertemuan tadi malam akan ada pertemuan-pertemuan lainnya. Ini juga yang disampaikan oleh Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra. Namun, dia enggan menyebutkan, kapan pertemuan berikutnya akan dilakukan. Yang jelas, pertemuan pertama ini sangat lancar, melicinkan jalan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Baca Juga  Inilah Pernyataan Lengkap "Diplomasi Nasi Goreng" Puri Cikeas

Ahmad Muzani terlihat berbincang akrab dengan elite Partai Demokrat yang hadir lebih awal di kediaman SBY, antara lain Hinca Panjaitan, sekjen, Waketum Syarief Hasan, Waketum Roy Suryo, Wasekjen Rico Rumambi, Wasekjen Rachland Nashidik dan Wabendum Djoko Udjianto.

Hasil gambar untuk foto-foto pertemuan SBY & Prabowo Kamis 27 Juli 2017

Prabowo yang mengenakan batik cokelat, tiba di Cikeas sekitar Pukul 20.22 WIB. Ia didampingi oleh sejumlah elite Partai Gerindra, di antaranya Hashim Djoyohadikoesoemo, adik kandungnya, serta Waketum Fadli Zon, Edhi Prabowo dan Sekjen Ahmad Muzani.  Mantan Danjen Kopassus ini sempat menyapa wartawan.  “Ini ramai kayak pasar malam,” canda Prabowo. “Iya, iya, ini silaturahmi,” sambungnya, menjawab pertanyaan wartawan.

Sejurus berselang, PS masuk ke Pendopo. Tak lama kemudian, SBY tiba di Pendopo dan cipika-cipiki dengan Prabowo. SBY yang mengenakan kemeja berwarna biru polos, khas Demokrat, juga sempat memegang bahu Prabowo. Nuansa keakraban keduanya terlihat dalam pertemuan bertajuk nostalgia Prabowo dan SBY ini.

Sama halnya dengan SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga bersalaman dan cipika-cipiki dengan Prabowo. Agus mengenakan kemeja batik berwarna biru. SBY, Agus dan Prabowo kemudian berjalan bersama menuju kursi yang telah disediakan. Begitu duduk, SBY dan Prabowo tampak akrab berbincang bersama.

Hasil gambar untuk foto-foto pertemuan SBY & Prabowo Kamis 27 Juli 2017