SHARE
KPK saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II di gedung DPR, selalu ketakutan terhadap hak angket.

Sidang Paripurna DPR sudah menyetujui penggunaan hak angket KPK. Mestinya, setelah persetujuan diberikan, segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) KPK, yang berfungsi untuk “membedah” isi perut dari lembaga antirasuah tersebut.

Salah satu dasar pembentukan hak angket DPR untuk KPK adalah agar KPK bisa membuka rekaman percakapan antara mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani dengan tiga penyidik KPK terkait adanya tekanan dari enam politisi DPR agar ia mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Belakangan Miryam S Haryani ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu.

Setelah mangkir di tiga kali panggilan penyidik KPK untuk pemeriksaan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu pada proyek e-KTP itu, politisi Partai Hanura itu kini menjadi buronan KPK dan polisi.

Di mana Miryam S Haryani bersembunyi? Polisi sudah menyebar fotonya.

mirimin

Oleh karena itu Miryam S Haryani sepertinya tidak akan lama bisa buron.

Apalagi, dia pasti tetap berada di dalam negeri, mengingat dia tak bisa bepergian ke luar negeri karena sudah dicekal sejak 6 April lalu.

Tidak ada manfaatnya Miryam S Haryani bersembunyi, karena cepat atau lambat dia akan ditangkap.

Percuma dia sembunyi, langkah yang sia-sia. Justru dia melarikan diri itu bisa memperberat hukumannya nanti.

Lebih baik Miryam menyerahkan diri saja, bersikap kooperatif, tidak perlu lari dari kenyataan, hadapi saja.

Langkah Miryan melarikan diri justru menjadikan masalahnya semakin rumit dan bertambah.

Kalau dia menghindar dari proses hukum, justru makin merugikan diri sendiri.

Baca Juga  Ini Alasan Yani Hanura Bisa Terkena Pasal Kesaksian Palsu