SHARE

Keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi benar-benar diuji dalam pengungkapan kembali skandal Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) terhadap konglomerat hitam Sjamsul Nursalim. Ketajaman taring dari lembaga antirasuah yang selama ini disebut-sebut hebat dan jujur itu, sekarang ini seperti membentur karang. KPK bahkan terkesan cuma “omdo” untuk membawa Syamsul Nursalim dari Singapura.

KPK sejauh ini baru menunjukkan keberaniannya kepada Syafruddin Arsyad Tumenggung dengan menetapkan status tersangka kepada mantan Kepala BPPN tersebut. Sudah 30 saksi yang diperiksa untuk Syafruddin, namun belum ada dari pihak Sjamsul Nursalim. Ironisnya lagi, pengacara Sjamsul Nursalim, yakni Maqdir Ismail, berulangkali menyatakan bahwa kliennya tidak bisa lagi diperiksa KPK maupun Kejaksaan Agung karena kliennya telah menerima pernyataan bebas utang dari pemerintah saat itu.

blibik2

Penegasan Maqdir Ismail ini tentunya sangat mencederai rasa keadilan masyarakat. Pasalnya, selama Sjamsul Nursalim masih memiliki utang kepada negara dan kebijakan Surat Keterangan Lunas (SKL) yang diterimanya bermasalah secara hukum, maka konglomerat itu masih bisa diproses hukum. Apalagi, kebijakan SKL yang dikeluarkan Syafruddin Temenggung, terbukti cacat hukum.

Dalam kasus Sjamsul Nursalim ini, keinginan masyarakat jelas, selama masih ada utang dan merugikan negara, walau ada kebijakan SKL itu, dia tetap bisa diusut. Apalagi SKL itu dianggap cacat hukum. Masyarakat mendesak KPK meminta bantuan Kepolisian Republik Indonesia untuk menjemput Sjamsul Nursalim yang berada di Singapura.

blibik

KPK harus kerjasama dengan Polri untuk menerbitkan surat penjemputan paksa untuk Sjamsul Nursalim. Walau belum berstatus tersangka, akan tetapi sangat jelas bahwa Sjamsul Nursalim tersandung kasus. Pemilik Bank BDNI itu adalah penerima SKL, sementara SKL-nya sendiri dinilai cacat hukum, berdasarkan basis data yang salah.

Baca Juga  Ini Pendapat Ahli Hukum Tata Negara Terkait Pencegahan Terhadap Ketua DPR

Pernah ada kabar bahwa KPK sudah melayangkan surat pemeriksaan panggilan pemeriksaan terhadap Sjamsul Nursalim. Dia akan diperiksa sebagai saksi bagi Syafruddin Arsyad Tumenggung yang  sudah berstatus tersangka kasus SKL BLBI itu. Namun, sampai sekarang tidak ada kabar mengenai kemungkinan konglomerat hitam itu akan memenuhi panggilan KPK. Artinya, KPK sama sekali tidak dipandang oleh Sjamsul Nursalim. KPK dikadalin saja.