SHARE

Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberi kesaksian palsu terkait kasus e-KTP, Miryam S Haryani, saat ini masih berada di Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan.

Menurut rencana Miryam S Haryani akan diserahkan ke KPK hari ini juga.

Politisi Hanura yang mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 ini diserahkan oleh tim Satgat Mabes Polri ke Polda Metro Jaya setelah ditangkap di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin (1/5) dinihari sekitar pukul 00.20 WIB.

Miryam S Haryani ditangkap tanpa perlawanan oleh Tim Satgat Polri yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan bersama AKBP Didik Sugiarto dan AKBP Aris Supriyono.

Miryam saat itu bersama seorang teman perempuannya. Srikandi Hanura ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri itu. Miryam meninggalkan hotel dengan dikawal sejumlah polisi dan polwan. Dia terlihat berjalan kaki menuju kendaraan yang akan membawanya ke Polda Metro Jaya. Kondisi saat itu masih gelap gulita.

Kedua tangan Miryam tidak diborgol. Dia digandeng oleh seorang polwan berpakaian bebas. Ada juga tiga polisi yang berpakaian preman mengawal Miryam dan berjalan di belakangnya.

Miryam ditetapkan sebagai tersangka pada 5 April, karena memberikan keterangan palsu terkait kesaksiannya di sidang kasus e-KTP. Dia tidak menghadiri panggilan pemeriksaan pada 13 April dan 18 April.

Belakangan, Miryam S Haryani melalui pengacaranya Aga Khan mem-praperadilankan KPK, di PN Jakarta Selatan.

KPK sempat melakukan penggeledahan di kediaman Miryam di Tanjung Barat Residence, Jakarta Selatan. Hal ini sekaligus sebagai upaya pemanggilan paksa Miryam. Namun, Miryam sudah tak ada di rumahnya.
Hingga akhirnya KPK menetapkan status buron terhadap Miryam.