SHARE

Dedikasi gadis asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, untuk dunia pendidikan pantas dapat acungan jempol. Perjuangannya merubah alur fikir warga di kampungnya, di Dusun Welahan, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari membawa hasil.

Dahulu, warga yang sebagian besar berprofesi jadi petani ini kurang percaya diri untuk menyekolahkan anaknya ke tahap yang lebih tinggi. Bahkan juga, dengan turun-temurun, warga tidak menginginkan anaknya lanjut kuliah. Mereka cemas dengan tingginya cost.

Tetapi kegigihan Febri Mustikawati (22), perlahan-lahan berikan motivasi warga. Saat ini orang-tua mendorong putra-putrinya bersekolah tinggi. Ia mencontohkan pada anak-anaknya, bagaimana Febri berjuang. Dengan rajin membaca serta belajar, beasiswa didapat Febri.

” Febri Mustikawati yaitu sosok gadis yang sudah merubah dusun kami. Langkah fikir kolot warga yang malas menyekolahkan anak ke tahap lebih tinggi, perlahan-lahan pupus. Th. lantas, telah mulai ada orang-tua yang merestui anaknya kuliah. Anak sini lulus SMA saja telah bagus, ” papar Kepala Dusun Welahan, Zenuri pada Kompas. com, Minggu (9/7/2017).

Tika, sapaan akrab Febri Mustikawati populer gigih. Tidak cuma untuk dianya namun juga orang yang lain. Mulai sejak SMA, ia rajin mengajak anak-anak sampai beberapa rekannya belajar dengan di tempat tinggalnya.

Ketekunannya membawanya ke Kampus Semarang (UNNES). Ia peroleh beasiswa S1 Akuntansi di universitas itu. Tetapi perjuangan tidak berhenti disitu. Ia mesti menumpang bus sejauh beberapa puluh km. untuk dapat rasakan pendidikan.

Untuk di ketahui, Dusun Welahan berjarak sekitaran 35 km. dari Kota Purwodadi. Aksesnya belum juga cukup mencukupi karna beberapa masih tetap berbentuk tanah bebatuan. Tetapi ia lakoni itu dengan suka ria.

Taman Baca Golek Ilmu

Dimuka jadi mahasiswi itulah, ia wujudkan yang diimpikannya membuat taman bacaan bernama ‘ Taman Baca Golek Ilmu’.

Tika menyulap ruangan tamu jadi perpustakaan mini. Ada beberapa rack buku ala kandungannya dan tikar jadi alas saat anak-anak belajar serta membaca.

Agar aliran udara berfungi baik, beberapa jendela di ruang itu di buka lebar-lebar. Di ruang memiliki ukuran 5 x 8 mtr., berdinding papan kayu serta beralaskan semen itulah sehari-harinya anak-anak Dusun Welahan berkumpul serta membaca.

” Saya berfikir, berikut waktu yang pas untuk wujudkan taman baca yang diimpikanku. Sisa uang beasiswa saya sisihkan untuk beli buku anak-anak. Ada pula pertolongan buku dari rekan-rekan kuliah. Awalannya Taman Baca Golek Pengetahuan cuma mengkoleksi 20 buku saja, ” papar Tika yang sebentar sekali lagi diwisuda dengan predikat cumlaude (IPK 3, 83).

Ide Tika yang berusaha mewujudkan perpustakaan mini di ruangan tamu tempat tinggal orangtuanya bukanlah perkara remeh. Diperlukan kesabaran ekstra, tekad keras, dan keikhlasan.

Terlebih, Tika tidak termasuk orang ada. Tika dengan kakaknya hidup dalam keluarga dengan keadaan perekonomian pas-pasan. Bapaknya bekerja jadi sopir serta ibunya jadi ibu rumah-tangga.

” Bila saya kaya, telah ku bangun perpustakaan besar termasuk juga sekolah gratis, ” kata Tika.