SHARE

Jakarta – Pansus KPK mengundang Muhtar Ependy untuk didengarkan kesaksiannya di DPR. Dalam kesaksiannya, Muhtar menuduh KPK lakukan beragam intervensi atas kasusnya.

Muhtar sendiri sudah dihukum 5 th. penjara di masalah Akil Mochtar. Di tingkat kasasi, ia diadili oleh ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota majelis Krisna Harahap serta MS Lumme serta menyebutkan tegas kekeliruan Muhtar di masalah itu.

” Perbuatan terdakwa dengan berniat memberi info yg tidak benar dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi serta tindak pidana pencucian uang atas nama terdakwa M Akil Mochtar dengan maksud supaya perkara atas nama terdakwa M Akil Mochtar tidak tersingkap dalam persidangan, ” sekian pertimbangan Artidjo yang diambil dari situs MA, Rabu (26/7/2017).

Nah, dalam berkas dakwaan, KPK membuka usaha Muhtar membuat perlindungan Akil Mochtar. Seperti memengaruhi Masyito, Romi Herton, Sriono, Iwan Sutaryadi, Rika Fatmawati serta Risna Hasrilianti.

Dalam dakwaan itu, dikisahkan Muhtar terima Rp 11, 3 miliar dari Romi Herton. Uang itu diserahkan dari Masyito dengan maksud kepengurusan sidang Wali Kota Palembang 2013. Uang itu lantas disimpan ke BPD Kalimantan barat cabang Jakarta.

Hal tersebut dibuktikan dengan Berita Acara Penitipan Uang atas nama Muhtar Ependy.

KPK dalam dakwaan juga bercerita Muhtar sempat kirim Rp 3 miliar pada Mei 2013 ke rekening CV Ratu Semangat, perusahaan punya Ratu Rita yang istri Akil Mochar. Argumennya, Muhtar serta CV Ratu Semangat bekerja bersama dalam bagian kolam ikan arwana. Transfer rekening itu bukan sekedar sekali dikerjakan.

Romi terakhir dihukum 7 th. penjara serta istrinya Masyito dihukum 5 th. penjara karna keduanya menyogok Akil Mochtar, saat jadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), berkaitan sengketa pilkada Wali Kota Palembang.

Baca Juga  Dari Harta Sitaan, Istri Muhtar Ependy Tuduh Jaksa KPK Dapat 20%

Tersebut daftar hukuman orang yang terserat masalah Akil Mochtar :

1. Akil Mochtar, dijatuhi penjara seumur hidup.
2. Gubernur Banten Ratu Atut, dihukum 7 th. penjara.
3. Adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana divonis 7 th. penjara.
4. Pengacara Susi Tour Andayani, divonis 7 th. penjara.
5. Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dihukum 4 th. penjara.
6. Entrepreneur Cornelis Nalau Antun dihukum 3 th. penjara.
7. Pengacara Chairun Nisa, dihukum 4 th. penjara
8. Wali Kota Palembang, Romi Herton dihukum 7 th. penjara.
9. Istri Romi, Masyito dihukum 5 th. penjara.
10. Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al-Jufri, dihukum 4 th. penjara.
11. Istri Budi, Suzana, dihukum 4 th. penjara.
12. Bupati Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang dihukum 4 th. penjara.
13. Sisa calon Bupati Lebak, Amir Hamzah, dihukum 3, 5 th. penjara.
14. Sisa calon Wakil Bupati Lebak, Kasmin dihukum 3 th. penjara.
15. Bupati Morotai, Rusli Sibua dihukum 4 th. penjara.
16. Sopir Akil, Muhtar Ependy, dihukum 5 th. penjara.

Sikap DPR yang menyebut Muhtar Ependy memberi kesaksian dinilai janggal serta cuma untuk menggiring opini umum.

” Pansus tengah lakukan usaha membodohi umum. Walau sebenarnya pembentukan mereka tidak sah menurut pasal 199 UU MD3, ” tutur pakar hukum tata negara Kampus Andalas, Feri Amsari.