SHARE

Jakarta – Terpidana KPK Muhtar Ependy mendatangi Bareskrim dengan saksi masalah suap perkara pilkada atas terpidana Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa. Waktu meninggalkan Bareskrim, Muhtar tidak ingin berkomentar banyak.

” Bertanya ke penyidik saja, ” kata Muhtar waktu di tanya mengenai materi laporan di Bareskrim, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2017).

Muhtar meninggalkan Bareskrim pada Rabu (28/8) jam 00. 18 WIB. Didampingi sang istri, dia segera menuju mobil serta meninggalkan gedung Bareskrim.

Muhtar juga malas menjawab pertanyaan wartawan berkaitan siapa yang dilaporkan. Terpidana KPK itu juga diam waktu di tanya apakah materi laporannya sama juga dengan laporan punya Niko.

Sebelumnya Muhtar, keponakannya, Niko, ke Bareskrim untuk memberikan laporan penyidik KPK Novel Baswedan atas sangkaan pelanggaran waktu kontrol. Laporan Niko teregistrasi dengan nomor LP/773/VII/2017/Bareskrim. Niko menuduh Novel tidak mematuhi Pasal 263, 264, 266, 242 serta 421 KUHP. Laporan itu di buat di gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).

” Disini jadi terlapor yaitu Pak (Novel) Baswedan, setelah itu kami menyerahkan pada pihak yang berwajib, kepolisian, untuk melakukan tindakan selanjutnya agar tak ada sekali lagi Niko setelah itu, ” tutur kuasa hukum Niko, Ria Kusmawati, sesudah buat laporan.

Baca Juga  Direktur Penyalur TKI Ilegal Ditangkap Polisi Usai Digerebek di Condet