SHARE

JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyatakan kalau peristiwa yang menerpa dianya tidak juga akan punya pengaruh pada usaha pemberantasan korupsi.

Hal tersebut di sampaikan lewat video yang direkam oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Video itu di ambil waktu Dahnil berkunjung ke Novel di Singapura.

” Begitu halnya keinginan beberapa orang yang berusaha menyerang saya serta hentikan langkah korupsi, saya menginginkan tunjukkan kalau keinginan beberapa orang itu juga akan percuma. Akan tidak ada fungsinya, ” tutur Novel.

Karena penyiraman air keras itu, Novel yang disebut kepala satgas penyidikan masalah sangkaan korupsi e-KTP itu mesti vakum sesaat saat.

Tetapi, ia yakini sistem penyidikan di KPK akan tidak dipengaruhi dengan masalah itu.

” Saya tegaskan kalau itu akan tidak dapat seperti yang mereka berharap, ” kata Novel.

Novel menyebutkan, apa yang berlangsung pada dianya mesti jadi penyemangat untuk penyidik ataupun pihak-pihak yang pro pemberantasan korupsi.

” Dengan adanya ini kita berharap ke depan kita makin kuat serta perhatian dengan kebutuhan negara serta bangsa serta kebutuhan orang banyak, ” kata Novel.

Sampai lebih dari 100 hari saat peristiwa itu, polisi belum mengambil keputusan satupun tersangka.

Disangka aktor terbagi dalam dua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Mengakibatkan, air keras itu tentang mata serta mencederai mata kirinya.

Sekarang ini, mata kanan Novel dapat membaca deret angka, tetapi masih tetap kurang terang karna lensa yang seringkali berubah. Sedang, mata kirinya baru hanya dapat lihat jari.

Baca Juga  Ada Pihak yang Memancing di Air Keruh, Terkait Insiden Air Keras