SHARE

Jakarta – Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Niko Panji Tirtayasa, keponakan Muhtar Ependy. Mendengar berita itu, Novel cuma tertawa.

” Novel ketawa saja. Biarlah saja, jadi memanglah langkahnya kan senantiasa demikian. Jadi ini kan Novel sekali lagi mulai bertemura, lalu mendadak ada pelaporan, ya umum, ” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Dahnil memanglah pernah menelepon Novel saat pagi barusan berkaitan dengan laporan itu. Dia juga mengakui dikisahkan Novel mengenai perjalanan masalah Muhtar Ependy.

” Ya saya barusan ngecek berkaitan Niko serta Muhtar Ependy. Jadi Muhtar Ependy ini mulai sejak awal memanglah bersaksi di pengadilan, memanglah pengadilan menyebutkan semuanya kesaksian dia bohong, pada akhirnya dia mesti dituntut karna lakukan kebohongan. Nah dia dihukum karenanya. Nah itu di sampaikan Novel, ” ucap Dahnil.

Berkaitan dengan Niko juga Novel menerangkan pada Dahnil. Niko, yang waktu itu jadi saksi kunci perkara Akil Mochtar, memanglah memperoleh kompensasi untuk dilindungi serta hal tersebut adalah perintah undang-undang.

” Jadi Muhtar mulai sejak awal di tangkap serta jadi saksi itu, semuanya dia kebohongan, terlebih tempo hari di pansus, termasuk juga Niko. Dia juga demikian, dia minta perlindungan saksi, lalu dia baru ingin ngomong berkaitan Muhtar, berkaitan Akil. Nah lalu KPK memberi perlindungan ke Niko jadi saksi. Nah dalam PP Perlindungan Saksi dinyatakan polisi, KPK miliki tanggung jawab sepanjang dia jadi saksi, ” tutur Dahnil.

” Novel bukanlah menyogok Niko, tidak itu perintah UU saksi yang dilindungi mesti diberi kompensasi keperluan dia sepanjang jadi saksi, ” katanya.

Baca Juga  Mata Kiri Novel Kemungkinan Besar Harus Dioperasi

Dahnil terlebih dulu menjenguk Novel di Singapura dengan Haris Azhar. Dahnil sempat juga merekam pernyataan Novel supaya semangat pemberantasan korupsi jangan pernah padam.

Terlebih dulu, pada Selasa (25/7) malam, Niko ditemani Muhtar buat laporan di Bareskrim Polri. Niko memberikan laporan Novel atas sangkaan pelanggaran waktu kontrol.

Laporan Niko teregistrasi dengan nomor LP/773/VII/2017/Bareskrim. Niko menuduh Novel tidak mematuhi Pasal 263, 264, 266, 242, serta 421 KUHP.

” Saya bukanlah dendam pada seorang atau menginginkan menjatuhkan institusi spesifik, namun menginginkan keadilan semualah, ” ucap Niko waktu itu.

Kuasa hukum Niko, Firdaus, menyebutkan ada empat sangkaan tindak pidana yang dikerjakan penyidik KPK pada Niko. Empat sangkaan tindak pidana itu yaitu :

1. Memaksa orang berikan info dibawah sumpah palsu.
2. Penyalahgunaan kewenangan.
3. Tanda-tanda perampasan kemerdekaan orang.
4. Tanda-tanda tindak pidana menyuruh orang memberi info palsu di mass media.