SHARE
Megawati (kiri0 dan anak emasnya si Olly Dondokambey.

Salah satu penerima suap proyek e-KTP Terbesar, Olly Dondokambey, sepertinya masih bisa berlindung. Entah kenapa, KPK seperti kesulitan menghadirkan Gubernur Sulut itu ke persidangan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memanggil Olly saksi dalam sidang kasus e-KTP, pada Senin (3/4/2017). Ia dihadirkan dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Namun, ia tidak hadir.

Seperti halnya Yasonna Laolly, Menkum HAM, Olly tampak sakti bisa menghindari persidangan tersebut. Sebagai kader dari partai pendukung utama pemerintah, Olly dan Yasonna tampak kebal di mata KPK. Sebaliknya, KPK jutsru memburu pihak-pihak lain.

Olly pun punya segudang alas an soal ketidakhadirannya itu. ” Saya kirim surat balik ke KPK, memohon dipanggil di waktu yang mestinya hari ini. Tapi sekarang saya bertemu Wapres, jadi mereka tunda juga. Kan masih panjang sidang ini,” ucap Olly di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Saat ditegaskan soal namanya disebut? Olly tetap menegaskan, tidak terlibat.

“Saya enggak kenal pun satu orang di situ. Bagaimana caranya berkomunikasi dengan saya. Saya waktu itu Ketua Panja Daerah, tidak pernah membahas Panja Pusat di Banggar. Bagaimana harus melibatkan saya. (Tapi) Pimpinan banggar harus tanda tangan UU APBN,” ucap Olly.

Ia menegaskan, semuanya akan diungkapkan di pengadilan agar jelas. “Nanti saya jadi saksi pengadilan. Saya jadi saksi, nanti kan ditanyain,” kata Olly.


Ia menjelaskan, sebenarnya mudah mengungkap kasus yang merugikan negara dengan nominal besar ini. Ia justru mempertanyakan kenapa DPR yang dilibatkan dan bukan pemerintahan sebelumnya.

“Kalau benar memang ada, apa susahnya buktikan itu. Mana ada proyek sebesar Rp 6 triliun, kalau pemerintah saat itu tak terlibat,” kata Olly.

Baca Juga  Lucu, KPK Terus Mencari-cari Kesalahan Fahri Hamzah

Tentu akan menarik menunggu kesaksian Olly jika Gubernur Slut dan kader PDIP ini berani menjadi Saksi di persidangan. Sejumlah fakta bisa ia ungkapkan untuk diuji, apakah Olly terlibat atau tidak dalam kasus tersebut.