SHARE

Sidang praperadilan yang diserahkan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo masuk hari ke-2 pada Selasa (11/7/2017).

Pengacara Hary, Adidharma Wicaksono menyebutkan, agenda sidang hari ini yakni pembuktian serta mendengar info saksi.

” Agendanya yaitu kontrol alat bukti, termasuk juga kesaksian, ” tutur Adi lewat info tertulis, Selasa pagi.

Gagasannya juga akan ada dua sampai tiga saksi yang didatangkan tim pengacara Hary jadi pihak pemohon. Tetapi, Adi malas mengatakan siapapun saksi itu.

Pada sidang pertama, Senin (10/7/2017) tempo hari, pihak pemohon membacakan point keberatan dalam tuntutan praperadilan. Agenda dilanjutkan dengan jawaban dari tim Divisi Hukum Mabes Polri sebagai pihak termohon.

Pada Jumat (14/7/2017) yang akan datang, diagendakan pembacaan rangkuman oleh hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

” Senin atau Selasa (minggu depan) hakim telah dapat membacakan putusan, ” kata Adi.

Hary adalah tersangka dalam masalah sangkaan ancaman lewat pesan singkat pada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Spesial Yulianto.

Yulianto mengakui 3x terima pesan singkat dari Hary pada 5, 7, serta 9 Januari 2016.

Berisi yakni, ” Mas Yulianto, kita tunjukkan siapa yang salah serta siapa yang benar. Siapa yang profesional serta siapa yang preman. Anda mesti ingat kekuasaan itu akan tidak abadi. Saya masuk ke politik diantaranya satu diantara pemicunya ingin memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang menyukai abuse of power. Tulis kalimat saya disini, saya tentu jadi pimpinan negeri ini. Di situlah waktunya Indonesia dibikin bersih. ”

Dalam tuntutannya, Hary berasumsi status tersangka tidak pas diarahkan kepadanya karna isi SMS itu bukanlah ancaman.