SHARE

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mengimbau supaya Panitia Spesial (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buat bagian kerja yang seimbang.

Hal tersebut di sampaikan Idrus menyikapi tanggapan negatif dari umum berkaitan kunjungan Pansus ke Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

Ia yakini, bila agenda kerja Pansus dibuat berdasar pada maksud awal untuk menguatkan KPK, jadi umum juga turut mensupport.

” Karenanya juga saya menginginkan rekan-rekan yang berada di Pansus ini agar benar-benar dengan berkelanjutan berdasar pada ketentuan yang ada, berkelanjutan pada maksud awal dibuatnya Pansus ini, ” tutur Idrus di Jakarta, Minggu (9/7/2017).

Hal tersebut, kata Idrus, seperti waktu berlangsungnya Pansus Angket Century dahulu. Menurutnya, Pansus Century didukung umum karna tahapannya sesuai sama serta tidak berkesan dibuat-buat.

Ia mengakui telah mengingatkan Ketua Pansus Angket, Agun Gunandjar Sudarsa yang disebut kader partai berlambang beringin itu, supaya membuat bagian kerja yang seimbang serta berkelanjutan.

” Telah kami ingatkan, kami juga berharap itu disini (Pansus Angket KPK), jadi bebrapa bagian itu dahulu pada time schedule itu, serta berkelanjutan melaksankan itu, ” papar Idrus.

Beragam pihak mengkritik Pansus Angket KPK, terlebih selesai menjumpai beberapa koruptor.

Beberapa pakar yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) menilainya, pembentukan Pansus Hak Angket KPK oleh DPR RI cacat hukum.

Keseluruhan ada 23 anggota DPR didalam Pansus Hak Angket KPK. Tersebut beberapa nama mereka :

1. Fraksi PDI-P : Masinton Pasaribu (Dapil DKI Jakarta II), Eddy Kusuma Wijaya (Dapil Banten III), Risa Mariska (Dapil Jawa Barat VI), Adian Yunus Yusak (Jawa Barat V), Arteria Dahlan (Jawa Timur VI), Junimart Girsang (Sumatera Utara III).

2. Fraksi Golkar : Bambang Soesatyo (Jawa Tengah VII), Adies Kadir (Jawa Timur I), Mukhammad Misbakhun (Jawa Timur II), John Kennedy Azis (Sumatera Barat II), Agun Gunanjar (Dapil Jawa Barat X).

3. Fraksi PPP : Arsul Sani (Jawa Tengah X), Anas Thahir (Jawa Timur III)

4. Fraksi NasDem : Taufiqulhadi (Dapil Jawa Timur IV), Ahmad HI M. Ali (Dapil Sulawesi Tengah)

5. Fraksi Hanura : Dossy Iskandar (Dapil Jawa Timur VIII)

6. PAN : Mulfachri Harahap (Dapil Sumatera Utara I), Muslim Ayub (Dapil Aceh I), Daeng Muhammad (Jawa Barat VII).

7. Gerindra : Moreno Suprapto (Dapil Jawa Timur V), Desmond Junaidi Mahesa (Dapil Banten II), Muhammad Syafii (Dapil Sumatera Utara I), Supratman Andi Agtas (Dapil Sulawesi Tengah).