SHARE
Desmon Mahesa mempertanyakan keseriusan KPK mengungkap kasus e-KTP.

Partai Gerindra kembali mempertanyakan keseriusan KPK dalam menyelesaikan kasus korupsi yang melibatkan politis dari PDIP. Hal ini menyusul rencana DPR RI menggunakan hak angket, pekan ini, untuk meneliti kinerja KPK.

“Jangan KPK aneh-aneh juga.Bagi kami, Gerindra, hari ini KPK sudah bersikap aneh-aneh juga. Menyebut tersangka, tiba-tiba nggak lanjut,” sindir Desmond.

Salah satu contoh misalnya dugaan keterlibatan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam korupsi e-KTP. Beberapa kali Yasonna dipanggil KPK namun tidak hadir. “Nggak datang, nggak ada kelanjutannya. Ada apa dengan KPK? Menjalankan undang-undang secara benar atau tidak?” ucap Desmond.

Hal sama juga terjadi pada Olly Dondokambey. Meski namanya sudah disebut dan diperiksa beberapa kali oleh KPK, Namun hingga kini Olly tidak disentuh lagi oleh komisi anti rasuah tersebut.

Desmond menjelaskan, Partai Gerindra ingin memperbaiki KPK, namun perlu dipertanyakan pula sikap komisi antirasuah itu dalam kinerjanya selama ini. Apakah KPK sudah sesuai koridor dalam penegakkan hukumnya.

“Itu yang kami amati dan itu pesan Pak Prabowo. Pantau KPK, berikan jalan untuk dia memperbaiki kekurangannya agar tujuan pembentukan KPK berjalan lurus dengan keinginan masyarakat,” ungkap Desmond.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi pesan khusus kepada kadernya di DPR dalam pengawasannya terhadap KPK. Prabowo berpesan sejak awal agar jangan terjadi pelemahan terhadap KPK.

Selama ini fokus utama dibentuknya hak angket KPK adalah untuk membuka penggalan rekaman yang menyebut anggota komisi III DPR menekan tersangka kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani.

Prabowo termasuk Partai Gerindra berharap hak angket terhadap KPK menjadi solusi untuk perbaikan penegakkan hukum ke depan. Beberapa sikap KPK yang penuh tanda Tanya termasuk laporan keuangan yang ditemukan adanya ketidakberesan oleh BPK haruis disikapi secara benar.