SHARE

Kota Bandung – Tim Paduan Lanud Husein Sastranegara lakukan penertiban taksi bandara yang sampai kini servicenya dikeluhkan orang-orang. Satu diantara sebagai sorotan meyakinkan pemakaian argometer dalam pemilihan tarif yang perlu dibayarkan customer.

Pantauan, beberapa puluh petugas paduan dari Lanud Husein Sastranegara segera bergerak menyisir serta mengecek service dari mulai meja pemesanan taksi bandara. Di tempat petugas tidak temukan ada pelanggaran. Mereka cuma mengingatkan pemilihan tarif diharuskan memakai argometer.

Sesudah dari situ, tim paduan yang terbagi dalam Satpom Lanud Huseinsastranegara, personel keamanan bandara, Primkopau menuju pool atau tempat mangkalnya taksi. Disana mereka mengecek satu persatu kelengkapan administrasi kendaraan serta sopirnya. Dari mulai STNK, SIM, serta kelengkapan surat yang lain.

Dalam penertiban itu cuma dijumpai dua pelanggaran. Pertama ada sopir tembak serta sopir yg tidak memakai seragam seperti harusnya. Semuanya dari hasil kontrol sesuai sama ketentuan yang berlaku.

Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb M Iman Handojo meyakinkan, pihaknya selalu lakukan pembenahan pada service taksi bandara dibawah pengelolaan Primkopau Lanud Huseinsastranegara. Dia tidak menyanggah banyak yang perlu diperbaiki.

” Kita telah setuju mulai sejak 2016 memakai system argo. Namun dari 2016 hingga saat ini banyak yang dievaluasi. Termasuk juga peristiwa tempo hari, ” tuturnya, waktu didapati di Lanud Husein Sastranegara, Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, Selasa (11/7/2017).

Dengan berkala pihaknya juga akan lakukan penertiban pada oknum-oknum yang mengatasnamakan taksi Primkopau. ” Dengan acak kita kerjakan penertiban. Untuk berikan kenyamanan pada orang-orang, ” katanya.

Pihaknya juga dengan terbuka siap terima yang dirasakan serta input dari semuanya pihak termasuk juga orang-orang. ” Apabila ada pelanggaran silakan laporkan. Bila dapat dengan detil dari mulai jam, nomor taksi serta mungkin saja sopirnya siapa. Kita juga akan ambillah aksi, ” ucapnya.

Baca Juga  Warga Keluhkan Tarif 'Mencekik' Taksi Bandara Husein Bandung

Disamping itu, Dansatpom Lanud Huseinsastranegara Mayor Pom Made Oka menyebutkan, juga akan ada aksi tegas pada semuanya pelanggaran yang berlangsung. Dari mulai peringatan sampai pencabutan izin beroparasi. ” Pelanggaran barusan terdapat banyak. Kaitan sopir yang tidak cocok pasti kita ambillah aksi, ” tuturnya.

Dalam aktivitas barusan, pihaknya meyakinkan semuanya unit kendaraan sudah mengaplikasikan system agro dalam mentukan tarif yang perlu dibayarkan customer. Hingga apabila masih tetap ada yg tidak memakai argo itu yaitu segelintir oknum.

” Bila ada pelanggaran di unit kami ada stiker serta nomor telpon yang dapat dihubungi di tiap-tiap kendaraan. Bila menjumpai pelanggaran laporkan juga akan kami segera tindak. Atau dapat lapor juga lewat e-mail primkop@gmail. com, ” tuturnya.

Bila ada pelanggaran di unit kami ada stiker nomor telpon bila menjumpai pelanggaran. Kami juga akan segera tindak.