SHARE

MEDAN – Ramainya peredaran narkoba di Indonesia seolah tidak terbendung oleh aparat penegak hukum.

Walau saban hari ada saja beberapa pengedar serta bandar yang tertangkap, tetapi peredaran narkoba seakan tidak dapat dibasmi, bahkan juga zat beresiko ini menebar bak virus.

Yang semakin mencemaskan, dari data yang dikumpulkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia, narkoba saat ini mulai meracuni kelompok pelajar.

Berdasar pada survey yang dikerjakan Quick Investigator Tim Komnas Anak, rata-rata siswa SMP sampai SMA di Indonesia telah terkena narkoba.

” Mirip contoh di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Dari data yang dikumpulkan tim Investigator bekerja bersama dengan BNN Kota Tanjung Balai, jumlah pelajar yang terkena narkoba itu menjangkau 41, 08 % dari 9. 780 siswa/i, ” kata Ketua Umum Komnas PA Indonesia, Arist Merdeka Sirait pada Tribun Medan, Senin (17/7/2017).

Pria kelahiran Siantar ini menyebutkan, dari uji tes urine pada 300 siswa/i di 10 SMK serta satu sekolah akademi di Kota Tanjung Balai, petugas BNN temukan cuma satu sekolah SMK saja yang steril.

Berarti, tingkat pemakai narkoba di kelompok pelajar semakin mencemaskan serta memerlukan pengawasan untuk orang-tua serta pihak sekolah.

” Banyak anak yang bahkan juga digunakan beberapa bandar serta pengedar untuk jual narkoba di lingkungan sekolah. Umumnya, jalur peredaran narkoba di tingkat sekolah dikerjakan toilet, atau di kantin ketika jam-jam istirahat, ” ungkap Arist lewat aplikasi WhatsApp.

Mendekati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2017 yang akan datang, Arist mengharapkan problem narkoba di kelompok pelajar mesti jadi kajian serius semuanya pihak.

Orang-tua serta pihak sekolah mesti keduanya sama mencari jalan keluar bagaimana keluarga jadi kunci pemberantasan narkoba.

Baca Juga  Orang Tua Diharapkan Tanamkan Sikap Toleransi pada Anak Ungkap Komnas PA

” Berikut mengapa di sebagian Lapas anak banyak umur produktif ditahan karna terlilit narkoba. Untuk menghadapi problem ini, keluarga serta sekolah mesti memberi pemahaman efek serta bahaya narkoba tersebut, ” pungkas Arist.