SHARE

Presiden Joko Widodo memohon pemerintah kota semua Indonesia untuk konsentrasi dalam mengelola Biaya Pendapatan serta Berbelanja Daerah (APBD). Keinginan Jokowi itu di sampaikan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-XII Asosiasi Pemerintah Kota Semua Indonesia (Apeksi) di Hotel Savana, Kota Malang, Kamis (20/7/2017).

” Biaya konsentrasi. Awalilah kita membuat biaya yang konsentrasi. Konsentrasi ke satu hal. Umpamanya ada biaya pembangunan. Rp 300 miliar umpamanya di satu kota. Ya haruskan 60 – 70 % itu untuk yang kita kehendaki. Konsentrasi yang kita kehendaki apa, ” tuturnya.

Menurutnya, bila satu kota dapat fokus alokasi anggarannya, kota itu juga akan mempunyai pengaturan kota yang berlainan dengan kota yang lain.

” Menginginkan membuat satu kota yang baik, telah. Pakai semua sepanjang lima th. untuk melakukan perbaikan umpamanya trotoar. Trotoar kota yang beda cuma satu mtr., buat lima mtr. trotoar. Itu jadi pembeda dari kota yang beda, ” tuturnya.

Berlainan sekali lagi bila pengelolaan biaya tidak konsentrasi. Jokowi menyebutkan, biaya yg tidak konsentrasi juga akan berlalu demikian saja.

” Namun bila dilewatkan biaya itu diecer-ecer, dinas ini umpamanya naik, lima %, dinas ini lima %, dinas itu lima %. Ya telah hilang tak ada baunya. Karna biaya tidak konsentrasi, ” tutur dia.

Ia lantas mengemukakan hasratnya untuk fokus pengelolaan APBN pada pembangunan infrastruktur. Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur di Indonesia begitu diperlukan untuk tingkatkan daya saing dengan negara beda.

” Sama seperti dengan APBN. Maksud saya menginginkan konsentrasi saja pada infrastruktur karna ini jadi hal yang begitu mendasar. Hal yang begitu dipentingkan untuk pertandingan satu negara. Basic-nya di situ, baru kelak telah rampung, memijak yang yang beda, ” tuturnya.

Oleh karena itu, ia memberikan keyakinan semua wali kota yang ada untuk fokus pengelolaan anggarannya. ” Konsentrasi itu juga akan jadi barang. Yakin saya. Mudah ngeceknya, mudah kontrolnya, ” sebutnya.