SHARE

Telah terpilih lima penasehat untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lima tokoh dari latar belakang disiplin keilmuan berbeda ini terpilih melalui beberapa kali seleksi. Dari sebanyak 3256 pendaftar pada awal Februari, melalui sekian kali tes, terjaring sebanyak 13 orang yang kemudian menjalani sesi wawancara oleh panitia seleksi (pansel) penasehat KPK pada Minggu dan Senin,   26-27 Maret.

Dari sesi wawancara tersebut, delapan orang gugur, lima terpilih.

Ke-5 tokoh yang terpilih adalah:

1. Budi Santoso, lulusan S2 International Humas Rights Law, Northwestern University School of Law, Chicago, Illinois, USA. Pernah menjabat sebagai komisioner Ombudsman RI periode 2011-2016

budisantoso
Budi Santoso
2. Johannes Ibrahim Kosasih, lulusan S3 Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Rektor 1 di Universitas Kristen Maranatha

3. Moh Tsani Annafari, lulusan S3 Technology Management and Economics, Chalmers University of Technology, Gothenburg, Swedia. Menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Kalimantan bagian Timur di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan

4. Muhammad Arief, lulusan S2 Network and e-Business Centred Computing, The University of Reading/Aristotle University, Reading-United Kingdom. Pekerjaan sebagai Peneliti Madya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

5. Sarwono Sutikno, luilusan S3 Integrated System, Tokyo Institute of Technology, Tokyo, Jepang. Menduduki jabatan sebagai Lektor Kepala di Institut Teknologi Bandung (ITB)

Sosiolog Imam Prasodjo menjadi Ketua Panitia Seleksi didampingi anggota penasihat yaitu guru besar tetap Hukum Tata Negara Universitas Andalas Padang Saldi Isra, Guru Besar Ilmu Manajemen UI Rhenald Kasali, mantan pimpinan KPK sekaligus pernah juga sebagai ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Baca Juga  Pada Saatnya Nanti KPK Harus Dibubarkan

panselpenasehat kpk

Anggota pansel bersama Sekjen KPK Raden Bimo Gunung Abdul Kadir (ketiga kiri)

 

Jabatan penasihat KPK sudah kosong selama hampir dua tahun pasca Suwarsono mundur dari posisi sebagai penasihat pada April 2015.

Dalam UU No 30 tahun 2002 tentang KPK, penasihat KPK terdiri dari empat orang. Dalam pasal 22 ayat 4 disebutkan calon anggota Tim Penasihat diumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat untuk mendapat tanggapan sebelum ditunjuk dan diangkat oleh KPK berdasarkan calon yang diusulkan oleh panitia seleksi pemilihan.

Tim Penasihat berfungsi memberikan nasihat dan pertimbangan sesuai dengan kepakarannya kepada KPK dalam pelaksanaan tugas dan wewenang KPK.

kpkse

Pimpinan KPK 2015-2019

“Setelah melalui proses panjang dengan pendaftar awal mencapai 3.256 orang, sebuah animo yang sangat besar.  Setelah itu semua pendafatar ini diseleksi secara administratif menyusut menjadi 34 orang, lalu dari 34 orang itu dites berikutnya dan menyusut menjadi 13 orang. Akhirnya sampai lah pada final siapa yang terseleksi menjadi calon penasihat KPK, ya, lima orang ini. Lima  nama ini akan diserahkan kepada pimpinan KPK untuk kembali direview dan diwawancara. Tergantung pimpinan KPK, berapa penasehat yang diinginkan, bisa saja kelima-limanya,” kata Imam Prasodjo, Ketua Pansel penasehat KPK.

Sehubungan dengan telah terpilihnya lima penasehat KPK ini  Nasionalisme.net menerima banyak masukan dari masyarakat. Dari sekian banyak masukan yang disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat tersebut, sebagian besar menyoroti peran atau fungsi dari tim penasehat KPK.

Apakah nantinya mereka mampu bersikap berada di atas pimpinan KPK? Atau, mereka nunut saja atas apa yang dilakukan oleh pimpinan KPK meski mendapat sorotan masyarakat, misalnya terkait isu tebang pilih dalam pemberantasan korupsi.

Baca Juga  Ironi Setya Novanto, Dukung Penguatan KPK, tapi Dicekal KPK

tangkap

 

“Wah penasehatnya capable dalam bidangnya masing-masing..lulusannya yahud2…mudah-mudahan nantinya bisa menjadi menasehati pimpinan KPK yang masih suka bertindak semau gue..” tulis seorang netizen.

“Kalau lihat latar belakangnya lebih pantas jadi staf ahli khusus…semoga benar-benar bisa menjadi modal untuk mengawal pimpinan KPK” kata netizen lainnya.