SHARE

Sukabumi – Ai Fatimah (41) pasien yang kulitnya melepuh disangka alami sindrom Stevens-Johnson masih tetap tergolek lemah di ruangan ICU RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tidak seperti Senin (10/7) tempo hari, saat ini pihak keluarga menampik memberi info pada wartawan.

Pada Selasa (11/7/2017) siang, mendatangi service Puskesmas Pembantu (Pustu) Dayeuhluhur, di Jalan Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur. Ditempat itu Ai Fatimah pertama kalinya diberitakan melakukan penyembuhan. Tetapi situasi Pustu tampak sepi, pagarnya tertutup serta terpasang selembar kertas bertuliskan permintaan maaf bila service puskesmas diarahkan ke Puskesmas induk di lokasi Benteng.

Beberapa warga yang melintas memanglah mengatakan mulai sejak pagi service Pustu tidak buka, warga sangat terpaksa berobat ke Puskesmas Benteng yang tempatnya lebih jauh. Lantas kami mendatangi tempat Puskesmas Benteng, seseorang pegawai mengakui diperintah kepala puskesmas bila ada orang yang bertanya keadaan menerpa Ai Fatimah untuk mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Nenny mengakui sudah memperoleh info tentang keadaan pasien bernama Ai Fatimah dari tim medis rumah sakit. Menurutnya, reaksi yang berlangsung pada pasien itu dapat dihadapi oleh siapapun karna menyangkut hipersensitif.

” Pemicunya banyak, bukan sekedar karna obat-obatan dapat dikarenakan juga oleh makanan atau aspek beda. Langkah kami sekarang ini yaitu meyakinkan service pada pasien maksimum serta dapat terlayani dengan baik, ” jelas Rita di kantor Dinkes Kota Sukabumi, Jalan Surya Kencana No. 45.

Rita menyatakan, hal dihadapi Ai Fatimah selama ini didiagnosis menanggung derita tanda sindrom Steven-Jhonson. Tetapi untuk pemicunya, menurut Ruta, belum juga pasti karna konsumsi obat-obatan.

” Kita mesti mengeksplorasi sekali lagi, karna (pemicunya) dapat karna makanan, dapat penyakit infeksi, obat-obatan, terkena matahari, terdapat beberapa aspek. Semuanya masih tetap disangka. Hal semacam ini bergantung mana yang memicunya, ” katanya.

Baca Juga  Kulitnya Melepuh, Fatimah Warga Sukabumi Meninggal

Menurut Rita, Dinkes Sukabumi telah membuat tim untuk investigasi penyakit yang dihadapi Ai Fatimah. Sebab tanda sindrom Steven-Johnson bisa menjangkit siapapun serta tidak disangka.

” Dapat menjangkit ke siapapun. Bergantung hipersensitifnya ke apa, karna masalah Steven-Johnson perbandingannya 1 hingga 1 juta orang. Kita tengah menelusuri, karna tanda awalannya itu baru berlangsung sesudah 1 sampai 14 hari lewat sinyal tanda lewat flu, batuk serta pilek, ” tutur Rita.

Kulit Ai Fatimah, warga Kota Sukabumi, mendadak melepuh serta menghitam. Keluarga menduganya keracunan obat. Keadaan paling kronis dihadapi Ai Fatimah dari mulai sisi muka, kaki, punggung serta tangan.

Keluarga lalu membawa Ai Fatimah ke RSUD R Syamsudin SH untuk perawatan selanjutnya. Sekian hari sebelumnya kulit melepuh, keluarga mengatakan Ai Fatimah pernah dibawa berobat ke Puskesmas Pembantu di wilayahnya. Waktu itu Ai didiagnosa menanggung derita types, petugas medis puskesmas lantas memberi obat.