SHARE
Dua lagi nama anggota DPR terlontar dari lanjutan persidangan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri.
Dua nama itu adalah Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo.
Namun, nama Aziz dan Bamsoet tidak bisa langsung dikaitkan dengan kasus ini.
Nama keduanya disebut oleh penyidik dari KPK sebagai bagian dari cara untuk mengintimidasi Maryam S.Haryani, yang diperiksa KPK terkait aliran dana e-KTP.
 
Miryam S.Haryani diancam untuk memberikan keterangan oleh tiga penyidik KPK, dan jika tidak bersikap kooperatif dia akan ditangkap.
yayan1
 
Salah satu dari penyidik KPK itu, Novel, mengatakan bahwa Miryam S.Haryani sebaiknya  berterus terang.
 
Jika tidak kooperatif, bisa ditangkap.
 
“Waktu saya baru duduk saja pak Novel bilang, ibu tahun 2010 itu mestinya saya tangkap,” kata Miryam S.Haryani sembari menangis di persidangan.
“Kata Pak Novel, Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) diperiksa sampai mencret-mencret. Makanya saya takut, Pak,” imbuh Miryam.

Namun hakim tidak percaya begitu saja. Hakim pun meminta Miryam untuk jujur.

“Kenapa saudara bicara seperti di BAP? Berarti kan ada di pikiran saudara. Tolong jujur. Uang rakyat ini,” cecar hakim.

“Iya itu tidak benar Pak. Saya diancam, ditekan. Saya takut, supaya cepat keluar dari ruangan itu saya ngomong asal saja,” ucapnya.

yayan2
Irman & Sugiharto
Dalam surat dakwaan Miryam Haryani saat menjadi anggota Komisi II disebut pernah meminta uang kepada eks Dirjen Dukcapil Kemdagri, Irman sebesar USD 100 ribu untuk Chairuman Harahap. Duit yang diminta disebut untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke beberapa daerah.

Disebutkan juga dalam surat dakwaan, Miryam meinta uang Rp 5 miliar kepada Irman yang disebut untuk kepentingan operasional Komisi II. Uang tersebut disebut jaksa pada KPK dibagi-bagikan secara bertahap dengan perincian salah satunya untuk 4 orang pimpinan Komisi II yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno dan Taufik Effendi masing-masing sejumlah USD 25.000.

Baca Juga  Siapa Yang Bohong, Miryam atau Novel cs.?