SHARE

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan pihaknya mempunyai keseriusan untuk mendorong keluarga Nahdlatul Ulama (NU) menyatu. PKB juga memohon kader NU Khofifah Indarparawansa untuk tetaplah konsentrasi dengan jabatannya sekarang ini jadi Menteri Sosial dengan kata lain tidak maju Pilgub Jawa timur.

Argumennya PKB serta kiai NU telah setuju memajukan Saifullah Yusuf dengan kata lain Gus Ipul jadi Cagub Jawa timur periode 2018-2023. ” Kami serius mendorong keluarga besar NU mesti menyatu, termasuk juga bu Khofifah. Kami memohon bu Khofifah supaya tetaplah meneruskan karya-karya cemerlangnya di Kementerian Sosial, ” kata Cak Imin lewat info tertulisnya, Senin (10/7/2017).

Khofifah, kata Cak Imin, yaitu satu diantara kader NU yang paling dibanggakan warga nahdliyin. Jadi menteri sosial, Khofifah sudah dapat berperan besar untuk umat serta rakyat. ” Tidak cuma di Jawa timur, namun di semua Indonesia, ” kata dia.

” Pekerjaan berat memerlukan NU yang kompak, NU yang solid, yang umatnya sama-sama yakin. Memperkuat NU bermakna mengokohkan NKRI. Untuk PKB, belum juga kami dapatkan pekerjaan politik beda yang lebih perlu daripada ini, ” lebih dia.

Menurut Cak Imin bukanlah hal terlalu berlebih bila PKB mengharapkan supaya pilkada Jawa Timur bisa jadi momentum penyatuan umat serta ulama dalam pilih pemimpinnya. ” Pilkada memanglah hanya momen politik umum dalam demokrasi. Tetapi bila tidak berhasil mengelola, luka-lukanya juga akan mewariskan polarisasi sosial mendalam, yang dapat bertahan bahkan juga jauh sesudah moment politik itu selesai, ” katanya.

Di bagian beda, lebih Cak Imin, pekerjaan yang dipikul di pundak NU di masa serba digital serta virtual ini tidak enteng. ” Umat yang sudah jadi sisi jemaah mesti tetaplah diurus serta dijaga. Tetapi di bagian beda, umat yang masih tetap berseberangan juga butuh selekasnya dirangkul serta di panggil pulang, ” tuturnya.

Baca Juga  NasDem: Itu Kan Maunya PKB, Terkait Khofifah yang Diminta Tak Maju Pilgub Jatim

Atas basic itulah PKB menyepakati keinginan beberapa kiai sepuh, supaya mensupport Gus Ipul. Ketentuan ini juga berisiko menggeser ketua DPW PKB, Abdul Halim Iskandar jadi calon gubernur Jawa timur.

” Kami tidak pedulikan kenyataan kalau kami yaitu partai paling besar disana, serta cukup kuat untuk mensupport ketuanya sendiri. Kami membatalkan berbulan-bulan persiapan mengusung Abdul Halim Iskandar, pimpinan senior yang dibanggakan serta diakui beberapa kader, untuk mencalonkan diri. Karna, waktu ditempatkan pada pekerjaan menjadikan satu umat serta melindungi bangsa dari radikalisasi Islam, tak ada harga yang sangat mahal untuk dibayar, ” kata Cak Imin.