SHARE
Jenderal (Polisi) Tito Karnavian, siap lakukan pemberantasan korupsi seperti halnya KPK.

Desakan agar Polri kembali aktif dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia, dari Komisi III DPR RI, disambut baik oleh Kapolri Jenderal (Polisi) Tito Karnavian.

Polri menurut Tito engaku siap jika harus melakukan pemberantasan korupsi lebih baik lagi. Apalagi, polisi memiliki banyak anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kalau ditanya apakah Polri siap, dari anggota Polri yang tersebar di seluruh Indonesia saya kira sangat siap. Namun perlu dukungan penganggaran di kepolisian. Kesejahteraan mereka perlu ditingkatkan dan gaji khusus,” tutur Tito.

Hal ini menyikapi kondisi penyidik dan anggaran KPK yang dibuat secara khusus dan lebih besar dari Polri. Menurut Tito, sistem penganggaran dalam melakukan penyelidikan kasus di Polri dan KPK berbeda. Di KPK, penyelidikan setiap kasus dibiayai negara.

Jika kepolisian nantinya menguatkan ke pemberantasan korupsi, Tito bilang perlu dibentuk lembaga khusus. Lembaga tersebut, seperti Densus Tipikor, juga harus dibekali dengan modal yang sama dengan KPK.

Sejumlah anggota DPR Komisi III sepakat soal pembentukan lembaga khusus itu. Bahkan, dalam simpulan rapat, Komisi III mendesak supaya Polri segera membentuk lembaga itu.

“Poin enam, Komisi III mendesak polri membentuk densus tipikor (tindak korupsi) dengan anggaran khusus,” kata Ketua Rapat Desmond J Mahesa dalam rapat.

Baca Juga  Yasonna Laoly Sakti, Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK