SHARE

Jombang – Sejumlah 23 Kg bubuk peledak serta 4 ribu lebih petasan hasil Operasi Ramadniya 2017 dihilangkan Polres Jombang, Selasa (11/7/2017). Bahan beresiko itu dibakar ditempat pembuangan akhir (TPA).

Satu alat berat dikerahkan polisi ke TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo, Jombang. Alat berat itu untuk membuat kubangan di ruang TPA yang jauh dari permukiman masyarakat. Bahan peledak serta petasan jadi, dimasukkan kedalam kubangan itu.

Dentuman petasan menyalak bertubi-tubi waktu petugas membakar petasan serta bahan peledak. Pemusnahan ini jalan aman karena jauh dari permukiman masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat menyebutkan, bahan peledak serta petasan itu diambil alih sepanjang Ops Ramadniya 2017. Menurutnya, terbesar diperoleh dari kampung petasan, Desa Keras, Kecamatan Diwek.

Mencakup 23 Kg bubuk peledak, 4. 080 butir petasan, 10, 5 Kg serbuk belerang, 18 Kg bubuk potasium, 33 Kg bubuk brown, 55 Kg karbon, 50 Kg semen putih serta 5 ribu selongsong petasan.

” Jumlah tersangka yang kami amankan 17-20 orang, ” kata Norman pada wartawan.

Karena tindakannya, lebih Norman, Beberapa tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) serta ayat (3) UU Darurat No 12 Th. 1951. ” Ancaman pidana maksimum 12 th. penjara, ” tandasnya.

Baca Juga  Tujuh Orang Luka-luka Usai Bus Pelita Indah Tabrak Rumah Warga di Jombang