SHARE

Jakarta – Polri menyebutkan penugasan penyidiknya ke KPK telah sesuai sama ketentuan serta tak ada yang menyimpang. Penegasan itu di sampaikan menyusul perkataan anggota panitia spesial (pansus) angket, Misbakhun, yang mempersoalkan 17 penyidik KPK dari Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebutkan apabila keinginan penyidik oleh KPK ke Polri telah dikerjakan berulang-kali serta tak ada problem. Menurut Setyo, kerja sama pada KPK serta Polri sesuai sama ketentuan.

” Karna prosedur keinginan penyidik KPK telah berulang-kali tak ada problem, telah berulang-kali kita ngirim. Lalu ada yang pulang, geser ke mana, ada yang sekolah tak ada problem. Jadi untuk KPK kita telah sesuai sama ketentuan, ” tutur Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Menurut Setyo, penyidik Polri yang ditugaskan ke KPK karna ada keinginan. Ketentuannya yaitu bila waktu kerja penyidik Polri telah 2 th. di KPK, jadi juga akan diperpanjang.

” Ketentuannya, kita dari KPK minta pada Polri. Kita disana ditugaskan, ditugaskan disana. Bila tidak salah 2 th. lantas diperpanjang jadi hingga 4 th., saya belum juga denger masalah itu, ” tutur Setyo.

Terlebih dulu, Misbakhun menyebutkan temuan sistem menyimpang itu didapat sesudah berkunjung ke Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) sekian waktu lalu. Menurut Misbakhun, jika seorang akan diangkat jadi penyidik KPK, terutama dari institusi Polri, ia mesti memperoleh surat referensi diberhentikan dengan hormat dari Kapolri. Tetapi, Setyo menyanggah ketentuan yang dimaksud Misbakhun itu.

” Oh tak ada ketentuan diberhentikan dengan hormat itu, ” kata Setyo.

Terlebih dulu, Misbakhun menyebutkan KPK merubah ketentuan usia maksimum penyidik berkaitan pelanggaran pengangkatan itu (56 th. jadi 60 th.). Hasil audit BPK juga, kata dia, dengan terang mengatakan KPK lakukan penyimpangan.

Baca Juga  Pansus Angket KPK Disebut Kehilangan Nalar

” Hasil audit BPK telah menyebutkan 17 penyidik yang diangkat jadi pegawai tetaplah KPK belum juga memperoleh kesepakatan pemberhentian dengan hormat dari Polri serta masih tetap aktif jadi anggota Polri, ” ucap Misbakhun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Misbakhun lalu mengatakan inisial penyidik itu. ” Ada 17 orang. Sebelas orang serta 6 orang. DPM, AD, AYM, BAN, N, SR, M, AS, BS, AM, RA, BP, S, BS, SW BSS, serta HSS, ” tuturnya.