SHARE

Jakarta – Kembali terlambatnya pengambilan ketentuan gosip krusial RUU Pemilu membuat tiap-tiap parpol mempunyai saat untuk kembali mengadakan lobi. Sekjen PPP Arsul Sani mengungkap juga akan ada pertemuan antar-sekjen parpol mengulas RUU Pemilu.

” Kelak siang saja kami ingin ketemuan sekali lagi pada level sekjen-sekjen parpol, ” tutur Arsul di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Cuma, ia malas menerangkan apakah semuanya sekjen parpol (koalisi pemerintah serta oposisi) ikut serta. Demikian halnya masalah tempat pertemuan.

” Siang hari ini. Kamu tidak usah tahu dimana, ya, ” ucapnya.

Masalah kajian RUU Pemilu sekarang ini, Arsul optimis akan tidak kembali ke UU lama. Kurun waktu dekat RUU Pemilu juga akan disahkan jadi UU.

” Nggaklah. Jadi kami memaknai apa yang di sampaikan Mendagri mengenai pilihan kembali pada UU Pemilu lama karna memanglah bagian pemilu mesti selekasnya diawali. RUU Pemilu jadwal serta bagian telah terang, ” tutur Arsul.

Menurut anggota Komisi III DPR ini, masih tetap ada mekanisme voting dalam rapat paripurna. Sekarang ini, kata Arsul, cuma tinggal terdiri angka presidential threshold 10 serta 20 %.

” Mengapa harus deadlock? Saat ini pilihannya mengerucut tinggal dua, kan? Berarti, bila system paket tinggal 2, itu kan 4 gosip telah usai, tinggal presidential threshold apakah 10 atau 20. Bila voting apakah paket atau peretelan (item per item), bila ada pilihan ke UU lama itu jauh, ” tutupnya.

Baca Juga  Beda Sikap di RUU Pemilu, PAN Mundur Saja dari Kabinet Ungkap NasDem