SHARE

JAKARTA — Menteri Koordinator Bagian Pembangunan Manusia serta Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, hari ini ada pada acara Sarasehan Nasional serta HUT BPJS Kesehatan ke-49 di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta.

Untuk di ketahui, Service Jaminan Kesehatan Nasional yang didapatkan BPJS Kesehatan pada orang-orang, sampai Juni 2017 ini sudah dapat mencapai 178 juta jiwa atau sekitaran 70 % masyarakat Indonesia.

“BPJS Kesehatan adalah bentuk riil proses Undang-Undang Basic 1945, yang mengamanatkan supaya negara meningkatkan system jaminan sosial untuk semua rakyat. Jadi Tubuh Hukum Umum, sesuai sama Undang-Undang, BPJS Kesehatan mengadakan System Jaminan Sosial Nasional berdasar pada prinsip kegotongroyongan, ” tutur Menko PMK dalam sambutannya dalam keterangannya, Senin (17/7).

Sekarang ini, Pemerintah selalu berusaha melakukan beragam penguatan kebijakan serta penyempurnaan proses Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan, diantaranya : tingkatkan kwalitas service, penambahan kepesertaan mandiri yang mungkin, membuat kesadaran peserta untuk disiplin membayar iuran, serta melindungi pengelolaan kemampuan fiskal BPJS Kesehatan yang berkepanjangan.

” Pemerintah membidik cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) pada th. 2019. Prinsip Pemerintah itu diwujudkan dengan memberi pertolongan iuran pada orang-orang tidak dapat yang jangkauannya nyaris menjangkau 40% orang-orang Indonesia terikuth. Sekarang ini jumlah PBI (Penerima Pertolongan Iuran) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah menjangkau sekurang-kurangnya 92 juta masyarakat, ” terang Menko PMK Puan Maharani.

Menko PMK juga menyarankan untuk membuat survey berkaitan dengan service BPJS Kesehatan sepanjang 3, 5 th. ini jadi bahan pelajari, bagaimana Pancasila serta Revolusi Mental diimplementasikan, hingga kita miliki referensi bagaimana tingkatkan service kesehatan yang akan datang.

“Visinya mesti gotong royong. Tanpa ada gotong royong, kita tidak bisa memberi service yang paling baik. Gotong royong ini harus juga melibatkan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah, ” tegas Menko PMK.

Ditambahkannya, Sarasehan Nasional dalam rencana HUT BPJS Kesehatan dengan topik, “Gotong royong menuju orang-orang sehat serta produktif”, supaya jadi momentum untuk menguatkan peyelenggaraan System Jaminan Sosial Nasional di bagian kesehatan dengan prinsip gotong royong.

” Saya mengharapkan, semuanya pihak bisa bergotongroyong, hingga keinginan kita yakni mempunyai orang-orang sehat serta Negara kita dipenuhi SDM yang sehat dengan jasmani. Prinsip kegotongroyongan dalam proses jaminan Sosial BPJS Kesehatan memerlukan kesadaran dengan dari semua orang-orang. Cuma dengan gotong royong semuanya tertolong, ” tutur Menko PMK akhiri sambutannya.

Ada dalam acara ini Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, Direktur Paling utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief, serta Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf.