SHARE

Andi Agustinus, alias Andi Narogong, adalah pemeran kunci atau aktor utama dari kasus dugaan korupsi pada proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik milik Kementerian Dalam Negeri ini.

Andi Narogong juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, tepatnya sejak 25 Maret lalu. Pengusaha rekanan proyek-proyek di Kemendagri ini menjadi tersangka ketiga kasus e-KTP setelah Irman dan Sugiharto, dua mantan petinggi Kemendagri.

Beberapa hari lalu, KPK kemudian menambah satu tersangka baru lagi. Dialah Miryam S.Haryani, mantan anggota Komisi II DPR ketika proyek pengadaan e-KTP digulirkan pada tahun anggaran 2011-2012. Miryam S.Haryani kini duduk di Komisi V DPR.

Dengan sudah adanya empat tersangka,proses hukum kasus ini di ranah pengadilan kemungkinan besar akan bertambah panjang. Persidangan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto sudah dilangsungkan sebanyak tujuh kali di PN Tipikor Jakarta, dan bersiap untuk persidangan ke-8 kalinya pada Senin, 10 April.

mansu

Untuk persidangan ke-8 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ini Komisi Pemberantasan Korupsi telah memastikan untuk menghadirkan Andi Nargong dalam kapasitasnya sebagai saksi. Bersama dia akan dihadirkan pula Paulus Tanos.

Paulus Tanos adalah Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra. Dia dan Andi Narogong memilki peran besar dalam mengatur spesifikasi pengadaan barang e-KTP. Keduanya terlibat dalam tim Fatmawati yang bertugas menyusun spesifikasi barang.

Peran Tim Fatmawati juga telah dibeberkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiama Sudiharjo.

Andi Narogong adalah tokoh sentral dari proyek e-KTP ini. Dia merupakan otak yang mengatur dugaan bagi-bagi uang yang difahami sebagai korupsi dari proyek ini.

Disamping Andi Narogong sebenarnya ada satu lagi tokoh sentral dari kasus ini. Siapa lagi kalau bukan Mohammaqd Nazaruddin, politisi Demokrat yang juga piawai dalam berbisnis.

Baca Juga  Dari 13 Saksi, Gamawan Fauzi yang Siap Dikutuk Oleh Masyarakat

Andi Agustinus dan Nazaruddin selama ini pemberi kontribusi terbesar bagi KPK, disamping Irman dan Sugiharto. Dua mantan pejabat Kemendagri itu bahkan sudah menjadi justice collaborator bagi KPK. Hal itu tampaknya menjadi senjata bagi mereka untuk berbicara apa saja yang lalu ditelan mentah-mentah oleh KPK.

udinjuga

Demikian juga dengan Mohammad Nazaruddin. Kecuali mungkin KPK, sebenarnya sudah tak ada yang percaya kepada Nazaruddin, terutama mantan-manatan koleganya di DPR. Bahkan seorang Anas Urbaningrum pun menyebutnya gila, orang yang kesurupan.

Sayang KPK justru lebih percaya kepada Nazaaruddin. KPK terkesan enggan memenuhi keinginan Anas Urbaningrum untuk mempertemukannya dengan Nazaruddin di persidangan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto.

Demikian juga dengan Andi Narogong. Pengusaha yang diisukan telah bertemu dengan sekian banyak anggota DPR. Pengakuannya dibantah. Bahkan, seorang Olly Dondokambey menantang Andi Narogong untuk menyebut di mana mereka pernah bertemu.

Nazaruddin dan Andi Narogong adalah sumber malapetaka dari kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ini. Sungguh disayangkan jika pimpinan KPK lebih mempercayai keterangan dari kedua orang ini.

Racun apa lagi yang akan ditebar Andi Narogong pada kesaksiannya, Senin depan?