SHARE

Jakarta – Nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah tidak tebal pada perdagangan Selasa minggu ini. Sentimen dari Bank Sentral AS menghimpit rupiah mulai sejak pagi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (25/7/2017), rupiah di buka di angka 13. 316 per dolar AS, melemah tidak tebal bila dibanding dengan perdagangan terlebih dulu yang berada di angka 13. 309 per dolar AS.

Mulai sejak pagi sampai siang ini, rupiah bergerak di kisaran 13. 314 per dolar AS sampai 13. 325 per dolar AS. Bila dihitung dari pertama tahun, rupiah masih tetap menguat di 1, 14 %.

Sedang berdasar pada Kurs Rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dibanderol di angka 13. 320 per dolar AS, melemah tidak tebal bila dibanding dengan patokan satu hari terlebih dulu yang berada di angka 13. 319 per dolar AS.

Dolar AS dapat menguat tidak tebal di Asia sesudah alami desakan sampai menjangkau titik paling rendah dalam 13 bln.. Penguatan dolar AS itu buat rupiah serta sebagian mata uang beda tertekan.

Sentimen negatif geopolitik AS pada dolar AS sedikit mereda. Aktor pasar sedikit berubah lihat gagasan Bank Sentral AS untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter di tahun ini.

Sebagian data ekonomi AS memanglah tunjukkan perbaikan hingga mendorong persepsi aktor pasar kalau Bank Sentral AS juga akan menambah suku bunga.

” Harapan kenaikan bunga Bank Sentral AS cukup dapat menghimpit gejolak yang dikarenakan oleh berita dari Gedung Putih, ” terang analis senior ThinkMarkets, Melbourne, Australia, Matt Simpson seperti diambil dari Reuters.

Sedang Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menerangkan, mendekati rapat Bank Sentral AS yang juga akan berikan panduan peta gagasan pengetatan moneter di AS buat aktor pasar sedikit siaga. ” Tercermin dari gerakan aset di pasar negara berkembang, ” terang dia. Mengakibatkan, rupiah juga melemah sebentar.