SHARE

Uang palsu mengedar di beberapa titik pasar tradisionil Surabaya. Aktor berniat menebarnya di pasar-pasar tradisionil yang beroperasi saat malam hari, untuk menyamarkan uang palsu itu.

” Umumnya diedarkan waktu malam hari di pasar-pasar tradisionil di sekitaran Kecamatan Karangpilang, ” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Muhammad Iqbal, Senin (24/7/2017).

Polsek Karangpilang dengan Unit Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap 3 aktor. Dua salah satunya pengedar serta seseorang produsen.

” Sesudah sebagian minggu pengintaian pada akhirnya kami tangkap 3 aktor, ” tuturnya.

Pembuat uang palsu itu yaitu Siti Soleha (31), warga Bulak Rukem. Sesaat dua orang yang lain, yaitu Tuni (50) warga Jalan Kunti, serta Mala (49), warga Bulak Rukem, Surabaya.

Siti jual pada Tuni serta Mala seharga Rp 500. 000 untuk uang palsu sejumlah Rp 1, 5 juta.

” Dua bln. beroperasi, telah beberapa puluh juta uang palsu yang diedarkan, ” terangnya.

Dari penggeledahan dirumah Siti, polisi mengambil alih perlengkapan pembuat uang palsu seperti printer, alat potong kertas, lem serta kertas. Ketiganya saat ini ditahan serta dijerat pasal 224 serta atau 245 KUHP mengenai peredaran serta pencetakan uang palsu.