SHARE

HANYA dalam rentang waktu seminggu dua tim nasional Indonesia sama-sama bernasib kelabu. Yang pertama, kegagalan Timnas U-16 pada keikutsertaannya di Kejuaraan Sepak Bola Antar-negara ASEAN usia 15 tahun, atau AFF U-15, di Chonburi, Thailand. Pada event yang dihelat 9-22 Juli itu, Timnas U-16 Indonesia yang ditangani oleh pelatih lokal Fakhri Husaini gagal menuai harapan dari pengurus teras PSSI.

Ditargetkan menjadi juara, anak-anak Garuda Remaja bahkan hanya menempati urutan ke-5 di penyisihan grupnya, di bawah Thailand, Australia, Myanmar, dan Laos. Dari enam tim di penyisihan Grup A itu, posisi Indonesia hanya di atas Singapura. Dan,  AFF U-15 ini akhirnya dijuarai oleh Vietnam, dengan  menundukkan tuan rumah Thailand 4-2 melalui adu penalti setelah pada 80 menit pertandingan normal mereka bermain imbang tanpa gol.

Peringkat ketiga ditempati Australia, setelah mengalahkan Malaysia 3-2. Australia adalah juara bertahan.

Selang beberapa hari setelah kepulangan Timnas U-16 dari Chonburi, Timnas Indonesia U-23 tampil di babak kualifikasi AFC U-23 di Bangkok. Event ini sekaligus menjadi arena pemanasan menuju kontes sepak bola SEA Games XXIX/2017, yang digelar  19-31 Agustus mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia. Babak kualifikasi AFC U-23 ini diikuti 30-an tim yang terbagi atas 10 grup dan digelar di 10 kota. Timnas U-23 bergabung di penyisihan Grup H yang terdiri atas tuan tuan rumah Thailand, Malaysia dan Mongolia.

Timnas Indonesia U-23 yang diarsiteki oleh Luis Milla Aspas, yang sukses saat membawa Timnas Spanyol U-21 memenangi Piala Eropa U-21 beberapa tahun silam, di luar dugaan babak beluar pada pertandingan pertamanya, Rabu (19/7), saat dibekap Malaysia 0-3. Setelah bangkit pada pertandingan keduanya dengan menghajar Mongolia 7-0, Jumat (21/7), timnas hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan tuan rumah Thailand di pertandingan terakhirnya, Minggu (23/7) malam di Stadion National Suphacalasai, Bangkok.

Baca Juga  Kepala BNN Bilang Malaysia Tidak Peduli Kerjasama Pemberantasan Narkoba

Malaysia yang lolos dari penyisihan Grup H ini dengan mengoleksi nilai 6 dari tiga pertandingannya, yakni menang 3-0 dari Indonesia, kalah 0-3 dari Thailand, dan menang 2-0 dari Mongolia pada laga pamungkasnya, Minggu sore, atau beberapa jam sebelum duel Indonesia vs Thailand digelar.

Sebagai runner-up Grup H, Thailand sendiri belum pasti lolos ke putaran-final AFC U-23 di China, tahun 2018 mendatang. Akumulasi nilai Thailand masih harus diadu dengan 9  runner-up lainnya. Hanya lima runner-up terbaik yang ikut lolos ke putaran-fina.

Timnas Indonesia U-23 tampil baik saat mengalahkan Mongolia dan bermain seri 0-0 dengan Thailand. Kesalahan fatal pelatih Luis Milla Aspas adalah ketika dia tidak langsung menurunkan komposisi pemain terbaiknya saat menghadapi Malaysia di laga awal. Milla baru memainkan Evan Dimas, Hansamu Yama dan beberapa pemain inti lainnya saat timnya sudah tertinggal 0-3, dari babak pertama. Kubu Malaysia sendiri tidak menduga Indonesia tidak menurunkan tim starter terbaiknya sejak awal. Oleh karena itu pula mereka memaksimalkan serangan sejak menit-menit awal, dan menghujani gawang Indonesia tiga gol tanpa balas.

Luiis Milla Aspas kini hanya bisa menyesali kegagalannya, bisa jadi karena kesalahannya dalam mengurai strategi, khususnya pada laga pertama dengan Malaysia itu. Dia memuji semangat besar para pemainnya saat menggunduli Mongolia 7-0 dan bermain seri 0-0 dengan Thailand.

Tim starter yang terdiri atas Bagas Adi Nugroho, Evan Dimas Pramono, Muhammad Hargianto, Septian DaVID Maulana, Febri Hariyadi, Ricky Fajrin Saputra, Gavin Kwan Adsit, Osvaldo Ardiles Haay, Kurniawan Kartika Ajie, Yabes Roni Malaifani,  dan Hansamu Yama Pranata yang menyandang ban kapten, bahu membahu, tampil solid dan seperti tak kenal lelah untuk mengejar bola dan mencari peluang. Demikian juga beberapa pemain pengganti, seperti Andy Setyo Nugroho, Marinus Mariyanto Manewar dan Saddill Ramdani.

Baca Juga  Terkait Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Indonesia Dipuji Afrika Selatan

Tak berlebihan jika Luis Milla Aspas menyebut jika para pemainnya sudah tampil luar biasa saat menghadapi Thailand, demi menggapai kemenangan. Semangat juang dan militansi pemain Indonesia ini mungkin dapat dilihat dari kerasnya permainan mereka, sehingga wasit Rowan Arumugham (India) menghadiahi empat kartu kuning untuk Muhammad Hargianto, Febri Hariyadi, Hansamu dan Marinus Manewar. Bandingkan dengan Thailand yang hanya mengoleksi satu kartu kuning, untuk pemain tengah Nophon Phonkam.

 

Seandainya saja di pertandingan pertama kita tidak babak belur dibekap Malaysia 0-3, mungkin hasil akhir dari penyisihan Grup H ini akan berbeda. Seandainya saja…

 

Teams
P
W
D
L
GF
GA
GD
PTS
MALAYSIA 3 2 1 5 3 2 6
THAILAND 3 1 2 4 1 3 5
INDONESIA 3 1 1 1 7 3 4 4
MONGOLIA 3 1 2 1 10 -9 1