SHARE

Komisaris PT Sinar Mas Perkasa, So Kok Seng dengan kata lain Aseng, mengemukakan nota pembelaan jadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Dalam pleidoinya, Aseng serta pengacaranya memohon hakim mengambil keputusan Muhammad Kurniawan jadi tersangka.

” Kami mohon majelis hakim mengambil keputusan M Kurniawan jadi tersangka, ” tutur pengacara Aseng, Edwin Budiono, waktu membacakan pleidoi.

Menurut pengacara, aktor paling utama yang merubah Aseng dalam memberi uang pada petinggi negara yaitu Kurniawan, yang disebut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terutama, tentang dakwaan jaksa, dimana Aseng didakwa menyogok Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana.

Dengan hal tersebut, menurut pengacara, yang perlu disuruhi tanggung jawab pidana yaitu M Kurniawan.

” Terdakwa tidak miliki kemauan atau keterlibatan segera untuk berikan uang pada petinggi negara, ” kata Edwin.

Terlebih dulu, Aseng dituntut 5 th. penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga dituntut membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut jaksa, Aseng dapat dibuktikan menyogok tiga anggota DPR.

Diluar itu, Aseng juga dapat dibuktikan menyogok seseorang petinggi di Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR).

Tiga anggota DPR itu yaitu, Damayanti Wisnu Putranti (PDI Perjuangan), Musa Zainuddin (Partai Kebangkitan Bangsa), serta Yudi Widiana Adia (Partai Keadilan Sejahtera).

Ketiganya adalah anggota Komisi V DPR.

Diluar itu, menyogok Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku serta Maluku Utara, Amran HI Mustary.

Menurut jaksa, uang yang didapatkan Aseng diperuntukkan supaya ke-4 orang itu mengusahakan sebagian project dari program masukan DPR RI disalurkan untuk project pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku serta Maluku Utara.

Diluar itu, uang diberi supaya ke-4 penyelenggara negara itu menyetujui Aseng serta entrepreneur yang lain, yaitu Abdul Khoir, diambil jadi pelaksana project itu.

Satu diantaranya, menurut jaksa, Aseng dapat dibuktikan memberi Rp 7 miliar pada Yudi Widiana Adia lewat Muhammad Kurniawan.

Uang itu adalah sisi dari prinsip fee untuk project th. 2015 serta 2016.