SHARE

Yogyakarta – Sebelumnya Kantor Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY diteror lemparan batu, ada beberapa masalah menonjol yang dikerjakannya. Ada 105 masalah yang tengah dikerjakan, sebagian salah satunya cukup menonjol. Dari sangkaan kecurangan PPDB, sangkaan pungli parkir, penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi sampai perseteruan taksi on-line.

” Terdapat banyak masalah yang menonjol serta relatif perlu. Seperti PPDB, terutama sangkaan manipulasi data zonasi jarak di Kabupaten Bantul. Dari awalannya 3 sekolah (SMP) saat ini jadi 15 sekolah, ” tutur Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri, Senin (10/7/2017).

Menurut Budhi, 15 SMP di Bantul itu alami masalah yang sama, yaitu masalah inakurasi jarak surat info yang di buat pemerintah desa. Karenanya tim ORI Perwakilan DIY dengan Disdikpora Bantul, hari ini diterjunkan buat memverifikasi beberapa sekolah.

” Ada 4 tim ORI Perwakilan DIY, pagi hari ini telah menebar ke 9 sekolah dari 15 sekolah di Bantul. Kami tidak bergerak sendiri, namun bersama dengan Disdikpora Bantul untuk memverifikasi keadaan di lapangan, ” katanya.

Terkecuali PPDB, ORI Perwakilan DIY juga tengah lakukan systemik review service parkir di Kota Yogyakarta. Karena banyak aduan di terima ORI, terkait dengan sangkaan pungli petugas parkir.

” Ke-2, kami tengah lakukan systemik review pada service parkir di Kota Yogyakarta. Ini terkait pungutan parkir yang tidak cocok (ketetapan). Kelak hasil dari systemik review kami serahkan ke Pemkot Yogyakarta untuk jadi referensi, ” candanya.

Tidak cuma itu, Budhi mengakui pihaknya saat ini juga tengah lakukan investigasi. Berkaitan sangkaan kebocoran distribusi tabung gas ukuran 3 kg, atau tabung gas melon di Gunungkidul. Disangka distribusi tabung gas di Gunungkidul tidak diberi ke yang memiliki hak.

Baca Juga  Pelempar Batu ke Kantor ORI Yogya 3 Remaja Bermotor Saat Dilihat dari Rekaman CCTV

” Kami juga tengah menginvestivigasi sangkaan kebocoran distribusi tabung gas 3 kg di Gunungkidul. Karna banyak usaha seperti warung makan, peternakan di Gunungkidul memakai tabung gas 3 kg. Ini tengah kami susun laporannya, ” sebutnya.

Lantas ada juga masalah kisruh taksi on-line yang dihukum buka pakaian di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Saat ini masalah itu masih tetap dikerjakan ORI Perwakilan DIY. ” Masalah taksi on-line tengah kami tangani. Saat ini kami masih tetap menanti klarifikasi AP I, ” sebutnya.

Kasus-kasus itu dimaksud Budhi yaitu masalah menonjol yang saat ini dikerjakan ORI Perwakilan DIY, sebelumnya Kantor ORI diteror orang tidak di kenal. Tetapi pihaknya tidak ingin menduga-duga, serta menuduh pihak spesifik jadi dalang pelemparan.

” Th. ini ada 105 masalah yang kami tangani, itu masalah berdasar pada laporan serta info yang kami terima. Namun semuanya masalah yang kami tangani pada intinya sama, dapat mengakibatkan pihak spesifik tidak nyaman. Maka dari itu kami tidak mau menuduh pihak spesifik, ” lugasnya.

Masalah teror yang di terima ORI, seutuhnya diserahkan ke pihak kepolisian. Hanya Budhi percaya masalah pelemparan itu disengaja, bukanlah dikerjakan orang hilang ingatan atau orang iseng yang kebetulan lewat. ” Ini (pelemparan batu) bukanlah dikerjakan orang hilang ingatan, mereka terang meneror, ” katanya.

Tetapi pihaknya mengerti teror yang di terima ORI Perwakilan DIY yaitu kemungkinan pekerjaan. Karena banyak pihak yang kasusnya dikerjakan instansi ini. ” Untuk antisipasi paling tingkat kewaspadaan kami tingkatkan. Ini kemungkinan pekerjaan kami, ” tutupnya.