SHARE

Damaskus – Enam th. berlalu, perseteruan Suriah belum tunjukkan sinyal tanda juga akan selesai. Lebih dari 330 ribu orang dilaporkan sudah tewas dalam perseteruan itu mulai sejak bermula enam th. kemarin.

Angka itu di sampaikan grup pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights yang berbasiskan di London, Inggris. Dijelaskan Observatory, sekitaran sepertiga dari jumlah itu yaitu warga sipil.

Observatory menyebutkan seperti ditulis kantor berita AFP, Senin (17/7/2017), pihaknya sudah mencatat 331. 765 orang sudah tewas di semua lokasi Suriah mulai sejak perseteruan dimulai pada pertengahan Maret 2011 lantas dengan beberapa tindakan demo antipemerintah. Kepala Observatory, Rami Abdel Rahman menyebutkan, diantara jumlah itu termasuk juga 99. 617 warga sipil. Dijelaskan kalau angka itu meliputi periode pada 15 Maret 2011 serta 15 Juli 2017.

Diimbuhkan Observatory, keseluruhan 18. 243 anak-anak serta 11. 427 wanita termasuk juga diantara korban tewas.

Angka itu adalah angka paling baru yang dilaunching Observatory mulai sejak Maret kemarin. Waktu itu dilaporkan Observatory, 320 ribu orang, termasuk juga 96 ribu warga sipil tewas sepanjang perseteruan Suriah.

Dalam laporan paling barunya ini, Observatory menyebutkan kalau keseluruhan 116. 774 anggota pasukan rezim atau pendukung rezim tewas di Suriah mulai sejak perseteruan mulai berlangsung. Dari jumlah itu, sejumlah 61. 808 yaitu tentara serta 1. 408 orang adalah anggota grup Hizbullah, sekutu rezim Suriah yang di dukung pemerintah Iran.

Dijelaskan Observatory, sejumlah 57 ribu pemberontak juga sudah tewas sepanjang perseteruan itu, termasuk juga pemberontak dari Pasukan Demokratis Suriah atau Syrian Democratic Forces, yang disebut aliansi Arab-Kurdi, yang di dukung AS.

Diluar itu, lebih dari 58 ribu militan, terutama dari grup ISIS serta grup afiliasi Suriah sisa Al-Qaeda, juga tewas sepanjang perseteruan. Angka itu termasuk juga beberapa ekstremis asing.

Baca Juga  Rezim Suriah Diduga Kembali Lancarkan Serangan Gas Beracun

Perseteruan Suriah yang awalannya berawal dengan tindakan memprotes damai antipemerintah, secara cepat beralih jadi perang yang melibatkan beberapa kemampuan lokal, regional serta asing. Perseteruan itu sudah menghancurkan banyak infrastruktur negeri itu serta mengakibatkan juta-an orang, atau lebih dari separuh populasi Suriah, jadi pengungsi.