SHARE

TEREALISASINYA pertemuan  Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo Subianto pada Kamis (27/7) malam di Puri Cikeas sekaligus menjawab rumor bahwa keduanya tidak mungkin bisa bertemu. Dua lulusan terbaik AMN di masanya masing-masing itu, selama ini dikesankan berseberangan. Apalagi, setelah Prabowo Subianto belakangan terlihat akrab dengan Presiden Jokowi, dengan saling berkunjung. Keakraban Jokowi dengan Prabowo lebih terasa dibanding hubungan antara presiden dengan mantan presiden, Jokowi dan SBY.

Dalam politik, memang, tak ada yang tak mungkin. Itulah juga yang dikatakan oleh Yandri Susanto, Ketua DPP Partai Amanat Nasional. Yandri  Susanto merespons positif pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, itu. Ia mengatakan, pertemuan antar-tokoh bangsa adalah hal baik.

Bahkan, Yandri Susanto menyebtkan perlunya pertemuan antara SBY dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Sama dengan nuansa hubungan antara SBY dan PS (Prabowo Subianto) yang terkesan “panas-panas tahi ayam”, hubungan antara SBY dengan Megawati Soekarnoputri juga disebut-sebut tak begitu baik. Hubungan keduanya bahkan jauh lebih dingin dari SBY dan PS.

Hasil gambar untuk yandri susanto

Kendati demikian, kata Yandri Susanto, bukan tak mungkin setelah ini ada pertemuan antara SBY dan Megawati. Dia percaya bahwa dinginnya hubungan antara SBY dan Megawati itu hanya sebatas rumor. Jadinya pertemuan SBY dan PS, tadi malam, mematahkan rumor terkait tidak memungkinkannya pertemuan antara SBY dan PS.

Anggapan yang sama juga muncul terkait SBY dan Megawati. Oleh karena itu, Yandri menilai, pertemuan-pertemuan antara para tokoh politik penting dinilai penting untuk menyelesaikan beberapa pokok persoalan.  “Atau siapa lagi tokoh bangsa yang dianggap ada sekat-sekat dalam bersilaturahim dan berkomunikasi,” ujar Anggota Komisi II DPR itu.

Baca Juga  Inilah Pernyataan Lengkap "Diplomasi Nasi Goreng" Puri Cikeas

“Kenapa Bu Mega dan Pak SBY tak mau ketemu? Pasti bisa koq. Nggak ada yang nggak mungkin di politik,” tegas Yandri.

Hasil gambar untuk foto-foto pertemuan SBY & Prabowo Kamis 27 Juli 2017

Di luar materi utama terkait rencana pembentukan koalisi Demokrat & Gerindra menuju Pilpres 2019, utamanya pencalonan Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono (PS & AHY) sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden di Pilpres 2019, pertemuan SBY dengan PS malam tadi juga membahas sejumlah hal. Antaranya, mengenai Undang-Undang Pemilu yang baru disahkan  beberapa pekan lalu.

“Tadi banyak yang dibicarakan,” ujar Syarief Hasan, Waketum Partai Demokrat, terkait materi pertemuan SBY dan Prabowo malam tadi. “Masalah ekonomi yang sekarang mandek, itu salah satunya. Kemudian soal kemiskinan yang enggak turun, daya beli rakyat yang menurun, masalah politik dan sebagainya. Juga menyangkut masalah ketahanan dan pertahanan, misalnya hubungan dengan luar negeri,” papar mantan Menteri Koperasi dan UKM di era pemerintahan SBY itu.

Syarief Hasan juga tak menampik bila pertemuan SBY dan Prabowo tadi malam sejatinya adalah untuk membangun koalisi menghadapi Pilpres 2019.